Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan cek aliran Sungai Welang yang diduga tercemar limbah di Desa Pacar Keling, Kecamatan Kejayan. Aliran sungai yang selama ini digunakan warga untuk mandi dan mencuci mengalami perubahan warna dan muncul bau tidak sedap dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, menyatakan pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan air Sungai Welang. Tim DLH akan mengambil sampel air untuk uji laboratorium guna memastikan ada tidaknya cemaran limbah pabrik.
Tetapi, hasil uji laboratorium tersebut baru akan keluar dua pekan ke depan. Hasil tersebut akan menjadi pedoman dalam mengambil langkah tindakan lebih lanjut.
“Petugas akan mengambil sampel air untuk uji laboratorium. Untuk hasilnya perkiraan sekitar dua minggu mendatang,” kata Heru.
BACA JUGA:
Ada 10 Desa Jadi Kategori Rawan dalam Pilkades Pasuruan
Warga setempat telah mencurigai bahwa aliran Sungai Welang tercemar limbah pabrik, mengeluhkan perubahan warna dan bau yang tidak sedap selama tiga bulan terakhir.
Dampak dari pencemaran ini juga dirasakan oleh beberapa anak-anak yang mengalami gatal-gatal setelah mandi dan bermain di sungai.
BACA JUGA:
Cuaca Panas Pasuruan, Basahi Masker Guna Jaga Kelembapan
Warga bahkan menemukan bangkai ikan yang mengambang di sungai tersebut. Hal tersebut dikarenakan limbah yang keluar dari sebuah pabrik. [ada/beq]






