Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,1 miliar untuk mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Rencananya, RTH seluas kurang lebih satu hektar tersebut akan menempati lapangan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Zaqqi mengatakan, rencana RTH tersebut berada persis di samping SMAN 1 Sooko. Progres pembangunan RTH saat ini masih dalam tahap evaluasi dalam proses lelang di PBJ (Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). “Luas RTH hampir satu hektar dengan anggaran pagu Rp3,1 miliar,” ungkapnya, Selasa (3/10/2023).
Masih kata Zaqqi, konsep RTH tersebut berbeda dengan RTH yang dibangun melalui dana Bantuan Keuangan Desa (BK Desa). Pembangunan RTH melalui DLH akan mengusung tema taman hijau yang dilengkapi fasilitas umum berupa foodcourt, air mancur, gasebo, playground, gapura, tempat parkir, toilet dan lainnya dengan konsep Mojopahitan.
Baca Juga: Tandingkan 4 Cabang Lomba, UM Jadi Tuan Rumah LPTK Cup XXI 2023
“Selain RTH, RTH nantinya juga akan mengakomodir olahraga panahan yang akan ditempatkan di area belakang sebelah barat. Kita target pembangunan RTH Sooko selama dua bulan atau 60 hari, kemungkinan selesai pertengahan Desember 2023. Lapangan tersebut aset Pemkab Mojokerto bukan SMAN 1 Sooko dan tidak dalam sengketa,” katanya.
Zaqqi menegaskan, jika lapangan tersebut sebelumnya memang milik SMAN 1 Sooko. Saat pengelolaan SMA ditarik ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, lanjut Zaqqi, Pemkab Mojokerto menyerahkan hanya area sekolah yang ditempati bangunan sekolah saja tanpa lapangan.
“Itu asetnya Pemda tidak ada masalah.
Jadi dulu itu, waktu penyerahan (lahan) SMAN Sooko itu tanahnya luas. Setelah diambil alih Pemprov maka kita menyerahkan hanya area yang tempati sekolahan dan itu kita (lapangan) tidak serahkan, ada berita acaranya jadi lapangan itu aset Pemkab,” katanya.
Baca Juga: Forum Honorer Jember Tuntut Perekrutan PPPK Guru Ditunda
Pihaknya berharap realisasi pembangunan RTH Sooko akan rampung tepat waktu. Yakni tanggal 17 Oktober hingga Desember 2023 dan diharapkan keberadaan RTH Sooko dapat bermanfaat bagi masyarakat dan memunculkan roda perekonomian baru bagi Kabupaten Mojokerto.
“RTH ini bisa menjadi pilihan alternatif wisata keluarga, baik saat siang ataupun malam. Nanti juga dilengkapi pujasera dengn konsep pembangunannya berupa Mojopahitan. Harapan kita realisasi bisa cepat, lancar, tepat mutu dan bisa selesai tepat waktu, perkiraan kontrak sekitar 17 Oktober 2023 sehingga Desember selesai,” pungkasnya. [tin/ian]
![DLH Kabupaten Mojokerto Kucurkan Rp3,1 Miliar untuk RTH Sooko Ilustrasi pembangunan RTH dari anggaran dana BK Desa di Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/10/Ilustrasi-pembangunan-RTH-dari-anggaran-dana-BK-Desa-di-Kabupaten-Mojokerto.jpg)





