Gresik (beritajatim.com)– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menambah kawasan ruang terbuka hijau, atau RTH. Langkah ini diambil karena padatnya pemukiman di wilayah kota. Sehingga, dinas tersebut berinisiatif untuk menambah ratusan pohon di wilayah perkotaan.
Pada awal tahun 2023 lalu, cakupan RTH Gresik hanya sebesar 2,5 persen. Belum genap setahun, tepatnya di akhir tahun 2023 ini RTH di Kota Pudak sudah mencapai 10,17 persen.
“Soal lahan baru memang sulit, tapi kami memanfaatkan lahan yang ada untuk penghijauan,” ujar Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, Senin (4/12/2023).
Untuk penanamannya lanjut dia, pihaknya akan menanam300 batang pohon di median Jalan Manyar Gresik, dengan melibatkan perusahaan-perusahaan setempat untuk membantu penghijauan disana. Selain itu, penanaman pohon juga dilakukan di Taman Duduksampeyan. Disana puluhan pohon-pohon baru sudah tertanam.
BACA JUGA;Cerita Persibo Tunjuk Iwan Setiawan di H-2 Kickoff Liga 3
“Dengan cara itu yang optimal, karena itu kami gencar tanam pohon dengan memanfaatkan ruang yang ada,” ungkap Sri Subaidah.
Subaidah menyebut untuk lahan RTH pihaknya sementara ini hanya mampu menambah di Taman Bunder. Area yang sebelumnya terminal angkutan tersebut sudah disulap menjadi kawasan RTH baru di Kota Gresik.
Capaian RTH yang dimiliki Gresik saat ini sudah melebihi ambang batas Kementrian Lingkungan Hidup. Meski demikian, DLH tidak berpuas diri. Rencananya, di tahun 2024 mendatang, DLH akan menambah RTH dengan lahan baru. Yakni di Stadion Gelora Joko Samudro.
Stadion di Jalan Veteran ini akan memiliki taman di area halaman stadion. Selain mempercantik kawasan stadion, penambahan taman juga berdampak pada bertambahnya cakupan RTH.
“Di tempat itu kami akan gandeng perusahaan untuk penanaman pohonnya. Ini kami kejar sebanyak-banyaknya penanaman pohon di tempat yang masih bisa ditanami,” tandas Sri Subaidah. (Dny/Aje)






