Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim berencana mengembangkan layanan bus Trans Jatim Koridor VII. Ini merupakan hasil pengembangan berdasarkan studi yang telah dilakukan. Koridor VII akan memperkuat konektivitas di wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, dan Bangkalan).
Rute koridor ini akan dimulai dari Terminal Porong, Sidoarjo, dan akan terintegrasi dengan Koridor VI yang saat ini beroperasi di wilayah Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Koridor VII ini akan melanjutkan perjalanan dari Porong menuju Mojosari, kemudian ke arah Krian (Sidoarjo), dilanjutkan ke Legundi dan Karang Pilang (Gresik).
Koridor ini dirancang untuk terintegrasi dengan Terminal Joyoboyo Surabaya, sebagai simpul transportasi penting di kawasan metropolitan. Untuk mendukung operasional Koridor VII, Dishub Jatim berencana menyiapkan 15 unit armada, terdiri dari 14 armada operasional dan satu armada cadangan. Target operasional dijadwalkan pada bulan September 2025.
Sayangnya, rencana itu berubah total, akibat adanya penolakan dari Pemkot Surabaya yang membuat Bus Trans Jatim tidak bisa masuk Terminal Joyoboyo Surabaya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Nyono mengatakan bahwa Koridor VII Surabaya Raya nanti akan sedikit bergeser mungkin ke arah Lamongan.
“Jadi, nanti Koridor VII akan ke arah Lamongan Selatan menuju ke Paciran. Jadi, di situ juga banyak pondok pesantren, banyak kampus dan itu sekarang adalah jalan provinsi,” kata Nyono kepada beritajatim.com.
Pemkot Surabaya yang keberatan Terminal Joyoboyo dimasuki Bus Trans Jatim, kemudian mengarahkan agar berhenti di kawasan Rusun Karangpilang Surabaya.
“Percuma kalau diarahkan ke Rusun, karena nggak ada feeder Trans Jatim seperti layanan Wira Wiri maupun Surabaya Bus yang tidak menjangkau ke sana. Saya pikir nanti jika terjadi, tidak akan efektif untuk mengalihkan penumpang, karena banyak macetnya. Sehingga, nanti secara operasionalnya tidak efektif. Saya kira koridor lebih efektif adalah dari Lamongan Selatan menuju ke Lamongan Utara. Koridor VII ini nantinya akan diluncurkan Oktober 2025, sebagai hadiah Hari Jadi Provinsi Jatim,” pungkasnya. [tok/beq]







1 Komentar
Mojokerto – Lamongan via Mantup aja