Banyuwangi (beritajatim.com) – Seleksi Jagoan Tani Banyuwangi memasuki tahapan lebih dekat. Saat ini, ada sekitar seratusan tim yang dinyatakan lolos.
Plh. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta Pangan) Kabupaten Banyuwangi, Nanang Sugiarto, seleksi peserta Jagoan Tani dilakukan secara ketat secara berjenjang sejak 21 Juni hingga 7 Juli 2023. Dimulai dari seleksi proposal hingga verifikasi lapang.
“Dari 212 tim yang mendaftar, 100 tim dinyatakan lolos. Penilaian ini berdasarkan kesesuaian antara proposal dengan hasil verifikasi lapang yang dilakukan oleh tim Disperta Pangan,” kata Nanang.
Dari jumlah tersebut, tim yang lolos telah melakoni sesi presentasi online. Mereka diminta memaparkan mengenai rintisan usaha yang mereka geluti. Selanjutnya bakal masuk sesi mentoring online.
Baca Juga: Banyuwangi Butuh Anak Muda Jadi Agen Sadar Hukum
Pada saat mentoring, peserta akan mendapatkan pengawalan dari sejumlah mentor berpengalaman. Di antaranya adalah Risti permani, Dosen The University of Queensland & Aglive Indonesia Team, David Setionegoro, Founder Askara Daulat Desa Rahmad Hardiyanto, Agripreneur Jawa Timur; Dias Satria, Founder Jagoan Indonesia dan Piknikhub; serta Dedy Marquis, Fasilitative Trainer.
“Tujuannya untuk meng-upgrade pengetahuan para peserta terkait konsep bisnis pertanian modern hingga pemasarannya,” kata Nanang.
Peserta yang masuk 100 besar, mereka akan mengikuti tahapan seleksi kembali hingga tersaring 33 tim yang akan maju sesi mentoring offline pada 20-21 Juli mendatang. Hasilnya, mereka akan masuk sesi interview dan verifikasi lapang kedua untuk menjaring 10 finalis yang berhak mendapatkan hadiah senilai total Rp. 127.500.000. (rin/ted)






