Pasuruan (beritajatim.com) – Memasuki akhir tahun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan terus menggenjot angka pengangguran yang ada di Kota Pasuruan. Sebelumnya banyak warga khususnya Kota Pasuruan mengalami pengangguran selama masa pandemi.
Tingkat pengangguran pada masa pandemi naik hingga 6,33 persen. Nantinya pada tahun 2026 tingkat pengangguran yang ada di Kota Pasuruan akan di turunkan hingga 3,91 persen.
“Selama masa pandemi memang angka pengangguran di Kota Pasuruan meningkat. Peningkatan pengangguran ini hingga mencapai 6,33 persen,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan Mahbub Effendi saat ditemui reporter beritajatim.com, Kamis (02/12).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-pasuruan”]
Mahbub menginginkan pada setiap tahunnya angka pengangguran akan diturunkan hingga satu persen. Sehingga pada tahun 2026 mendatang angka pengangguran akan mencapai target 3,91 persen.
Tingkat pengangguran di Kota Pasuruan saat ini didominasi oleh siswa yang baru lulus. Usia warga Kota Pasuruan yang mengalami pengangguran sampai saat ini berumur 18 sampai 35 tahun.
“Warga yang menganggur rata-rata merupakan siswa yang baru lulus sekolah. Untuk usianya sendiri warga yang pengaangguran berkisar usia 18 sampai 35 tahun,” jelas Mahbub.
Guna menekan angka pengangguran Disnaker Kota Pasuruan bekerjasama dengan empat perusahaan. Sehingga para calon pekerja bisa memanfaatkan program magang yang disediakan oleh Disnaker Kita Pasuruan.
“Saat ini kita menggandeng empat perusahaan yang ada di Kota Pasuruan. Nantinya dari program kerja kita berupa magang akan kita salurkan tenaga pekerja di perusahaan tersebut,” tutup Mahbub. (ada/kun)






