Gresik (beritajatim.com)– Pemerintah Kabupaten Gresik tancap gas memperkuat peran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebagai motor utama penyerapan tenaga kerja lokal.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun ke bawah (Turba) memantau proses rekrutmen dan wawancara kerja di Kantor Disnaker Gresik, sekaligus menyapa ratusan pencari kerja yang tengah berburu peluang karier.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius menjadikan Disnaker sebagai pusat layanan ketenagakerjaan modern, dan penghubung strategis antara dunia industri dengan tenaga kerja lokal Gresik.
Ada 300 lowongan kerja diserbu ratusan pelamar. Diantaranya, tiga perusahaan besar membuka rekrutmen melalui fasilitasi resmi Disnaker. Yakni, PT Geabh Joint Technologi dengan 239 pelamar. Kemudian PT Keramik Diamond Indonesia dengan 178 pelamar, dan PT Mitra Tata Kerja dengan 73 pelamar
Total tersedia sekitar 300 lowongan kerja untuk berbagai posisi, mulai dari operator, teknisi, mekanik, hingga level pengawas dan kepala unit.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform Gresik Kerja, website resmi layanan ketenagakerjaan yang dikembangkan Disnaker Gresik.
“Kami ingin memastikan masyarakat Gresik mendapatkan akses seluas-luasnya terhadap peluang kerja. Pemkab Gresik akan terus memfasilitasi mulai dari informasi lowongan kerja yang transparan hingga pelatihan yang sesuai kebutuhan industri,” ujar Bupati Yani, Kamis (12/2/2026).
Tak hanya kepada pelamar, apresiasi juga disampaikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah mempercayakan proses rekrutmen melalui Disnaker Gresik. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
Aalah satu pelamar kerja, Ahmad Siroj At Tamami (23), warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar mengaku terbantu dengan sistem digital yang diterapkan Disnaker.
“Saya pertama kali ikut interview di Disnaker. Daftarnya lewat website Gresik Kerja, sama sekali tidak ada kesulitan dan sangat usable,” ungkapnya.
Platform Gresik Kerja kini menjadi tulang punggung transformasi layanan ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik, sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan akses kerja serba cepat dan transparan. (dny/ted)






