Jombang (beritajatim.com) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan jawaban singkat saat disinggung oleh wartawan tentang peluangnya menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun November mendatang.
Menurutnya, soal jabatan Panglima TNI tersebut merupakan wewenang presiden. “Saya tidak mau menjawab. Itu (soal jabatan Panglima TNI) nanti saja. Kita serahkan ke Pak Presiden,” kata Laksamana TNI Yudo Margono usai meninjau pelaksanaan ‘Serbuan Vaksinasi Covid-19 untuk Santri’ di PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).
Yudo Margono kembali menegaskan bahwa saat ini pihaknya fokus ke program pemerintah terkait vaksinasi. Yakni, membantu pemerintah percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional. “Makanya semua sarana prasarana kita kerahkan untuk itu. Bahkan kemarin latihan pun kita tunda,” katanya sembari bergegas memasuki mobil rombongan.
Dalam kunjungannya ke PPDU Jombang, orang nomor satu di TNI AL ini menyiapkan dua ribu dosis vaksin jenis Sinovac. Rinciannya, seribu dosis untuk santri, sedangkan seribu lagi untuk masyarakat umum. Kasal berharap, vaksinasi tersebut mempercepat terciptanya kekebalan kelompok.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tni”]
Saat meninjau vaksinasi, KSAL didampingi Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan pengasuh PPDU Jombang KH Zaimudin As’ad atau Gus Zuem serta Zahrul Azhar Asumta As’ad alias Gus Hans. Seluruh rombongan juga sempat foto bersama di lokasi acara.
Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, vaksinasi untuk santri sangat penting. Pasalnya, saat ini di pesantren sudah dimulai pembelajaran tatap muka (PTM). “Makanya vaksinasi ini sangat penting. Karena di pesantren sudah mulai PTM. Ini sekaligus untuk mempercepat terciptanya kekebalan kelompok,” ujarnya menegaskan. [suf]






