Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bakal memasang 20 PJU (Penerangan Jalan Umum) sepanjang jalur Cangar-Pacet Mojokerto. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan alternatif yang menghubungkan Mojokerto dengan Kota Batu.
Jalur Cangar-Pacet memiliki jarak pandang yang minim, terutama jelang petang dan malam hari.
Pemasangan PJU baru tersebut menyusul hasil temuan dari kajian Dishub Jatim. Kajian itu menyebutkan PJU di jalur rawan kecelakaan itu tidak berfungsi secara optimal.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Mojokerto, Dishub Jatim, Yoyok Kristyowahono mengatakan, hasil kajian di lapangan setidaknya ada 20 titik PJU yang akan dilakukan perbaikan maupun pemasangan baru di sepanjang jalur Cangar-Pacet.
“Realisasi di lapangan kemungkinan Mei ini pengerjaannya dan paling tidak untuk paling lambat Juni sudah terpasang PJU di jalur Cangar-Pacet tersebut. Pemenuhan fasilitas jalan berupa perbaikan PJU jalur Cangar-Pacet ini sempat tertunda karena sebelumnya direncanakan sebelum Lebaran,” ungkapnya, Selasa (2/5/2023).
Baca Juga:
Gudang Barang Bekas di Mojokerto Terbakar
Hasil kajian di lapangan setidaknya ada 20 titik PJU yang akan dilakukan perbaikan maupun pemasangan baru di sepanjang jalur Cangar-Pacet. Adapun lokasi PJU nantinya mulai dari Sendi 1 Rest Area, tanjakan AMD, Gotean hingga menuju ke bawah di sekitar jembatan sungai.
“Ada 20 PJU pemasangan baru dan penggantian dari PJU Solar Cell menjadi konvensional di area Gotean dan Sendi 1 hingga ke bawah dan hanya beberapa yang diperbaiki PJU Solar Cell di sekitar AMD. Pemasangan PJU Solar Cell tetap dilakukan namun hanya dibeberapa titik kawasan tanjakan AMD,” katanya.
Yoyok menjelaskan, sebagian PJU konvensional memakai kabel karena kondisinya tidak memungkinkan tertutup pohon-pohon. Untuk PJU panel yang rusak tetap dilakukan perbaikan, namun kemungkinan masih dipakai terutama di daerah yang terbuka masih terkena sinar matahari seperti tiga titik di tanjakan/turunan AMD.
Baca Juga:
Hari Ini Puncak Arus Balik Lebaran 2023 di By Pass Mojokerto
“Jalur Cangar-Pacet ini merupakan jalan alternatif yang selama ini ada penerangan tapi belum optimal, karena itu Dishub Jatim memberikan atensi untuk menerangi jalan tersebut terutama saat malam agar terpantau jelas. Jalur ini rawan kecelakaan sehingga membutuhkan penerangan apalagi saat malam dan kondisi saat terjadi kabut,” jelasnya.
Selain untuk penerangan jalan, lanjut Yoyok, PJU juga sebagai upaya Dishub Provinsi Jatim sebagai bentuk antisipasi kecelakaan yang disebabkan minimnya jarak pandang terutama saat menjelang petang dan malam di jalur Cangar-Pacet. Menurutnya, hal tersebut untuk keselamatan pengendara kendaraan yang melalui jalur alternatif tersebut. [tin/beq]






