Gresik (beritajatim.com)– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gresik gelontor dana Rp 7 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas. Hal ini dilakukan karena masih ada ratusan kelas yang butuh perbaikan.
Berdasarkan data Disdik setempat, setidaknya 300 ruang kelas masih butuh perbaikan. Baik ruang kelas SD maupun SMP.
“Ini tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Tapi bertahap diperbaiki, terutama kelas yang sudah parah,” ujar Sekretaris Disdik Gresik, Herawan Eka Kusuma, Kamis (4/01/2024).
Tahun lalu terdapat sekitar 75 ruangan yang diperbaiki. Perbaikan di lembaga SD dan SMP tersebut dianggarkan Rp 13,5 miliar. Tahun 2024 anggaran yang sudah siap sebesar Rp 7 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sejauh ini kebanyakan untuk memperbaiki ruang kelas SD. “Untuk kelas SMP hanya 2. Tapi untuk SD ini jumlahnya sangat banyak,” ungkap Herawan.
Disdik Gresik akan lebih dulu melakukan review terhadap sekolah-sekolah. Bangunan yang memiliki kerusakan parah akan menjadi prioritas. Setelah itu baru diketahui jumlah kelas yang diperbaiki.
“Pengajuan kan banyak, nanti direview dulu berdasarkan keparahan. Baru keluar jumlahnya,” kata Herawan.
Jumlah lembaga pendidikan di Gresik memang cukup banyak. Ada 389 SDN dan 34 SMPN. Dari jumlah itu, 300 ruangan membutuhkan perbaikan. Namun, kerusakan itu tidak mencakup satu sekolahan. Melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan.
Herawan menyebut, perbaikan sekolah akan terus dilakukan secara bertahap. Pihaknya sudah memiliki data sekolah rusak. Tapi untuk menyelesaikan rehab sekolah ini butuh anggaran sekitar Rp 300 miliar.
“Nantinya setiap tahun diajukan anggaran untuk perbaikan. Malah ini banyak yang sudah masuk namun belum bisa diperbaiki tahun ini,” tandasnya. [dny/aje]






