Bondowoso (beritajatim.com) – Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihasto Setyanto, turun langsung memantau pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Dalam kunjungan kerja pada Selasa (4/8/2026), Prihasto bersama jajaran Perum BULOG Kanca Bondowoso mengecek kondisi stok dan kualitas beras di sejumlah fasilitas penyimpanan serta mitra penggilingan padi.
Rangkaian kunjungan tersebut mencakup Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, hingga berakhir di Kabupaten Jember.
Di wilayah kerja BULOG Bondowoso, Prihasto melakukan monitoring di Kompleks Pergudangan Lamongan, Kabupaten Situbondo, serta Kompleks Pergudangan Kembang, Kabupaten Bondowoso.
Tak sekadar melihat jumlah stok, pengecekan juga menyasar kondisi fisik beras, kebersihan gudang, hingga sistem penyimpanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga selama berada di gudang BULOG.
“Pengawasan kualitas harus menjadi perhatian pada setiap tahapan pengelolaan beras. Ini penting untuk memastikan beras yang kita simpan tetap dalam kondisi baik sampai waktunya disalurkan,” kata Prihasto.
Ia menegaskan, pengendalian mutu harus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, kualitas beras menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BULOG.
“Yang kita jaga bukan hanya ketersediaan stok, tetapi juga kualitasnya. Dengan pengendalian mutu yang konsisten, kepercayaan masyarakat terhadap BULOG juga bisa terus kita jaga,” ujarnya.
Usai mengecek gudang, Prihasto melanjutkan monitoring ke mitra penggilingan padi BULOG di Desa Grujugan, Kabupaten Bondowoso.
Di tempat tersebut, dia melihat secara langsung proses pengolahan gabah menjadi beras. Pemeriksaan dilakukan mulai dari proses penggilingan hingga kualitas beras yang dihasilkan.
“Proses pengolahan di mitra penggilingan juga menjadi bagian penting dalam menjaga mutu. Karena itu, kita ingin melihat langsung bagaimana gabah diolah sampai menjadi beras yang nantinya masuk dalam stok BULOG,” jelas Prihasto.
Menurutnya, kualitas beras tidak hanya ditentukan saat komoditas tersebut berada di gudang. Proses sebelumnya, termasuk pengadaan gabah dan pengolahan di penggilingan, turut menentukan mutu akhir beras.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum BULOG Kanca Bondowoso menjelaskan bahwa pengawasan mutu dilakukan secara berjenjang.
“Pengawasan kami lakukan mulai dari penyerapan gabah petani, proses pengolahan di mitra penggilingan, penyimpanan di gudang, sampai dengan penyaluran kepada masyarakat,” katanya.
Ia menyebut setiap tahapan memiliki peran penting untuk memastikan beras yang dikelola BULOG tetap dalam kondisi baik ketika disalurkan.
“Semua tahapan itu kami awasi agar kualitas beras tetap terjaga. Jadi bukan hanya ketika beras sudah berada di gudang, tetapi sejak proses awal hingga sampai kepada penerima,” imbuhnya.
Monitoring langsung tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BULOG memastikan stok pangan pemerintah tetap aman, tersedia, dan memenuhi standar mutu.
BULOG Kanca Bondowoso menegaskan pengawasan kualitas akan terus dilakukan secara konsisten, mulai dari penyerapan gabah, proses penggilingan, penyimpanan hingga penyaluran.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kualitas beras yang dikelola BULOG, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (awi/ian)






