Pasuruan (beritajatim.com) – Masalah air di Kota Pasuruan yang tak menyala selama berbulan-bulan mendapat tanggapan kepada Direktur PDAM Kota Pasuruan, Yoyok Widoyoko. Yoyok mengatakan bahwa selama ini dirinya sedang memaksimalkan kapasitas yang tersediadengan mengurangi kebocoran.
Hal ini dikatakan setelah pihaknya banyak menemukan pipa yang bocor di aliran PDAM Kota Pasuruan. Sementara saat ditanya terkait debit air PDAM yang mengambil dari SPAM Umbulan, Yoyok mengakui bahwa debitnya sudah mulai menurun.
Bahkan dirinya mengkhawatirkan 5 hingga 10 kedepan Kota Pasuruan akan kehilangan air bersih karena air dari SPAM Umbulan mulai menipis. Sehingga dirinya sedang mencari penambahan kapasitas atau menaikkan debit air.
“Karena air mata umbulan yang dikelola PT Meta kondisi saat ini masih kekurangan kapasitas, lalu bagaimana dengan Kota Pasuruan 5 hingga 10 tahun kedepan. Ini yang harus menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah,” jelasnya saat dihubungi.
Sementara saat ditanya terkait penyelesaian kendala dengan pemerintah, Yoyok membantah kurangnya komunikasi dengan anggota DPRD Kota Pasuruan. Dirinya bahkan sudah menyampaikan kekurangan pengelolaan saat kajian RPJD bidang SPAM Kota Pasuruan.
Yoyok menjelaskan bahwa SPAM itu masih merupakan kewajiban pemerintah, sementara untuk PDAM sendiri menjadi operator dari SPAM tersebut. Sedangkan untuk menyalurkan dan melaksanakan pemenuhan hak dasar menjadi kewajiban pemerintah Kota Pasuruan.
“Untuk anggaran APBD PDAM kan tidak langsung, aksesnya melalui dinas mulaii dari Perkim, PU dan Bapelitbangda dan itu sudah saya sampaikan. Karena untuk penyaluran dan melaksanakan pemenuhan hak dasar itu merupakan kewajiban pemerintah,” tegasnya. (ada/kun)






