Jember (beritajatim.com) – Sungai Bedadung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipenuhi sampah, terutama sampah plastik. Kadar kimia di sungai itu melebihi ambang batas yang ditetapkan peraturan pemerintah.
Demikian hasil penelitian Ecoton, kelompok studi konservasi lahan dari Surabaya, terhadap Sungai Bedadung di wilayah Ajung dan Mangli pekan ini. Eka Chlara Budiarti, salah satu peneliti menyebutkan dalam siaran persnya, kadar phospat di sungai itu 0,4 part per million (PPM). Padahal baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaran Lingkungan Hidup adalah 0,2 PPM.
Ecoton bekerjasama dengan E-Healthy, komunitas pecinta lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, untuk melakukan uji kualitas air dengan mengukur parameter phospat, nitrat, nitrit, TDS (Total Dissolved Solid/padatan terlarut dalam air), chlorin, Oksigen terlarut dalam air dan uji kandungan Mikroplastik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Selain phospat, kadar nitrat dan klorin di Bedadung juga melebih baku. “Sungai Bedadung dipenuhi sampah. Sekitar 80 persen sampah yang terapung di Bedadung adalah jenis sampah tas kresek tak bermerk. Sementara sampah sachet jenis yang paling banyak dijumpai adalah bungkus makanan dan minuman,” kata Eka.
Lima sampah plastik produk bermerek yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik produk Wings, Unilever, Indofood, Garuda Food, dan Kapal Api. Sampah-sampah itu, menurut Achmad Ababil, Ketua E-Healthy, tersangkut di pohon dan rumpun bambu. “Lambat laun (sampah plastik) akan mengalami fragmentasi terpecah menjadi serpihan kecil yang disebut mikroplastik,” katanya. [wir/but]






