Tuban (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban imbau masyarakat untuk selalu rutin bersihkan genangan air di sekitar rumah untuk menekan bahaya DBD di musim penghujan. Rabu (31/1/2024).
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Tuban Ratna Sari menyampaikan bahwa di Desember-Februari ini sangat rentan terjangkit kasus demam berdarah dikarenakan musim penghujan.
“Biasanya kalau musim hujan gini kan banyak nyamuk, jadi kita perlu waspada, peka terhadap lingkungan sekitar, misalnya rutin bersihkan genangan air, kadang ada kan orang yang nampung air hujan itu sebetulnya jadi sarang jentik nyamuk,” ucap Ratna Sari.
Sehingga, disarankan untuk tidak menampung air hujan terlalu lama, termasuk di kamar mandi, juga tidak menggantung pakaian terlalu lama.
“Ada juga yang di bawah meja makan itu kaki meja dikasih air ditaruh di wadah gitu biar tujuannya tidak ada semut justru malah jadi tempat penampungan nyamuk, lah itu perlu dihindari juga,” paparnya.
Kemudian, rutin membersihkan sisa air kulkas di belakang, menurut Ratna sapaannya, terkadang orang tidak tahu dan malas membersihkan belakang kulkas di bawahnya ada genangan air, sehingga seringkali di dalam rumah banyak nyamuk.
“Jarang dibersihkan, lalu banyak jentik nyamuk aegypti, jadi memang harus rutin dibersihkan,” tutur dia.
Perlunya kesadaran masyarakat dalam hal ini, Ratna berpesan agar melakukan 3 M Plus yakni (Menguras, Menutup dan Mengubur) benda atau barang bekas yang bisa dijadikan sarang nyamuk, serta hindari gigitan nyamuk.
“Terkadang botol-botol minuman bekas itu yang sering disimpan juga bisa jadi sarang nyamuk, termasuk ban bekas di kolongnya itu juga banyak sekali jentik-jentik, talang air hujan juga,” kata Ratna.
Meskipun di fogging, menurut Ratna yang mati hanya nyamuk dewasa, untuk jentik nyamuk yang bersarang itu tidak akan mati meski terkena fogging. “Maka dari itu, harus dilakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) itu,” pungkasnya. [ayu/beq]






