Ponorogo (beritajatim.com) – Robohnya atap di 3 ruang SDN 1 Babadan menjadi keprihatinan beberapa pihak. Salah satunya dari Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo itu sendiri. Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo, Imam Muslihin mengungkapkan bahwa SDN 1 Babadan masuk dalam program rehab tahun 2021. Hanya saja, sebelum rencana rehab terealisasi, atapnya keburu roboh.
“Ya sebenarnya sangat disayangkan, sebentar lagi mau direhab, tetapi sudah roboh duluan atapnya,” kata Imam, Senin (21/6/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”roboh”]
Imam menceritakan bahwa proses rehabilitasi rencana akan dimulai pada bulan depan. Sebab, tahapannya saat ini sudah mulai lelang. “Dana rehabnya kurang lebih menelan Rp 380 juta, sehingga harus dilakukan lelang,” katanya.
Untuk langkah awal pasca roboh ini, Imam meminta pihak sekolah untuk membersihkan ruangan yang roboh. Selain itu juga menyelamatkan perabotan yang sekiranya masih bisa digunakan, supaya tidak kehujanan.
“Kami minta sekolah untuk melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang roboh,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, tiga gedung SDN 1 Babadan yang roboh pada Minggu (20/6) dini hari, sebenarnya sudah diusulkan pihak sekolah untuk direhab. Pengusulan dilakukan pada tahun 2019 lalu, namun bakal terealisasi pada tahun ini.
“Sebenarnya gedung yang roboh itu, tahun ini direhab. Tetapi tidak kanten (sabar) malah sudah roboh,” kata Kepala SDN 1 Babadan, Utami, Senin (21/6/2021).
Dari tahun 2019 sudah mulai rusak. Dinding bangunan yang belakang sudah rusak. Plafon yang berada di ruang kelas 3 juga sudah kendor. Beberapa bagian atap bocor, sehingga saat hujan, airnya rembes dan menggenangi lantai. “Karena mau jatuh, plafon ada yang disangga dengan bambu,” katanya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam robohnya 3 atap SDN 1 Babadan itu. Selama pandemi Covid-19 untuk ruangan kelas tidak dipakai, karena siswa memang libur. Namun untuk ruang kantor guru dan ketua kelas beberapa kali dipakai. Tetapi karena melihat kondisi ruangan yang sudah memburuk, pihak sekolah mengosongkan. Beberapa lemari dan perabot lainnya juga sudah dipindahkan. “Ini tadi ada 1 unit komputer dan 2 printer rusak tertimpa reruntuhan,” katanya. (end/kun)






