Surabaya (beritajatim.com) – Pembukaan serentak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 di SMA 1 Hang Tuah Surabaya pada Senin (14/7/2025) berlangsung sarat makna. Tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, tapi juga deklarasi anti perundungan (bullying), pinjaman online (pinjol), dan judi online (judol).
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan pentingnya kampanye ini di tengah maraknya akses anak terhadap gawai dan teknologi.
“Siswa sekarang sangat dekat dengan teknologi. Kalau tidak dibekali edukasi, mereka bisa salah ambil langkah. MPLS Ramah menekankan antiperpeloncoan, anti bullying, juga bahaya judol dan pinjol,” ujar Aries.
Penandatanganan komitmen dilakukan serentak oleh perwakilan siswa dan kepala sekolah. Selama MPLS berlangsung, guru diminta tak berada di ruang guru, tapi wajib mendampingi siswa untuk mencegah potensi kekerasan.
“Kalau ditemukan bullying, sekolah harus memberikan sanksi dan pembinaan. Tahun ini target kami zero bullying,” tegas Aries.
Rangkaian MPLS tahun ini juga diisi dengan Senam Anak Indonesia Hebat, yang diikuti seluruh siswa baru di Jatim sebagai agenda rutin sebelum pembelajaran dimulai. Tujuannya, membentuk rutinitas yang sehat dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Selain itu, siswa dikenalkan pada Kurikulum Nasional, termasuk peminatan IPA, IPS, dan Bahasa. Aries menambahkan, tahun ini akan ada Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada November untuk mengasah kemampuan siswa tanpa menjadi penentu kelulusan.
“Kami ingin siswa lebih cepat adaptasi, mengenali potensi, dan siap mengikuti kurikulum baru,” tambah Aries.
Di sela upacara, dilakukan penyerahan seragam kepada 73.087 siswa kurang mampu serta santunan kepada 54.711 anak asuh guru dan tenaga kependidikan. Total 72.841 siswa SMA/SMK/SLB menerima beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau, yang juga tercatat dalam Rekor MURI.
Program “Orangtua Asuh” bagi siswa dari keluarga kurang mampu kembali dilanjutkan. Skema ini melibatkan guru dan tenaga pendidik sebagai donatur tetap untuk membantu biaya pendidikan murid.
Sebagai pelengkap, Dindik Jatim juga meluncurkan program unggulan School Food Care, yang diinisiasi dari gagasan Presiden Prabowo terkait pertahanan nasional. Program ini bertujuan menyediakan pangan sehat di sekolah serta mengintegrasikan materi Biologi dan praktik langsung di laboratorium alam.
“Kami ingin murid sehat jasmani dan rohani, serta berkarakter dan berprestasi. MPLS bukan sekadar orientasi, tapi awal pembentukan generasi hebat,” tutup Aries.
Selain itu, Dindik Jatim juga mencatat dua rekor MURI sekaligus. Yakni penampilan serempak 530 ribu siswa dalam Senam Anak Indonesia Hebat dan pemberian beasiswa terbanyak bagi siswa SMA/SMK/SLB. [ipl/beq]






