Blitar (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka menyebut bahwa kondisi siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Doko yang jadi korban bullying rekan se sekolahannya dalam keadaan baik-baik saja. Hal itu disampaikan Adi Andaka usai video bullying terhadap seorang siswa SMP Negeri 3 Doko viral di media sosial.
Meski mendapatkan tendangan dan pukulan berkali-kali dari puluhan siswa, namun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memastikan kondisi korban dalam keadaan aman dan tidak apa-apa. Memang terlihat dalam video yang beredar luas, korban yang merupakan siswa kelas 7 SMP tersebut dipukuli beramai-ramai secara brutal oleh siswa lain.
Korban yang sendiri, mencoba menahan rasa sakit akibat penganiayaan tersebut. Ia mencoba tegar meski dipukuli berkali-kali secara beramai-ramai oleh para pelaku.
“Aman Tidak apa-apa,” Jawab Adi Andaka menjawab pertanyaan kondisi korban bullying, Senin (21/07/2025).
Aksi bullying massal terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Doko Kabupaten Blitar. Seorang siswa mendapatkan perundungan dan penganiayaan oleh puluhan rekan se sekolahnya.
Mirisnya aksi perundungan itu direkam oleh sejumlah siswa. Video perundungan itu pun tersebar luas di media sosial.
Terkait video itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengaku sudah mengetahui insiden tersebut. Pihaknya pun telah mendapatkan kronologi singkat soal perundungan yang dilakukan puluhan siswa tersebut.
“Kronologis kejadian, pada hari jumat sore saya dilapori waka kesiswaan, bahwa pada saat siswa melaksanakan kerja bakti di lingkungan sekolah. terjadi, pada saat istirahat terjadi saling olok olokan, terjadilah keributan,” cerita Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, Minggu (20/7/2025).
Diketahui aksi bullying terhadap seorang siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Doko ini terjadi pada Jumat (18/07/2025) kemarin. Saat itu SMP Negeri 3 Doko memang tengah melaksanakan kerja bakti.
Korban yang merupakan siswa kelas 7 itu pun sempat terlibat saling ejek dengan beberapa teman. Hingga akhirnya keributan meluas dan aksi bullying secara massal pun terjadi.
“Langsung saya minta hari Sabtu untuk mendatangkan semuanya yang terlibat dan dihadiri juga dari pak babinsa, pak Bhabinkamtibmas, pak sekdes. Diputuskan dilanjut di rumah anak kelas 7, dihadiri pak kamituwo dan muncul kesepakatan diselesaikan secara kekeluargaan dengan beberapa permintaan dari ortu kelas 7,” imbuhnya.
Pihak sekolah dan desa pun sudah turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Orang tua korban pun disebut Dinas Pendidikan telah sepakat untuk menyelesaikan insiden ini secara kekeluargaan.
“Permintaannya juga disetujui bersama, yaitu ada beberapa anak yang diminta untuk ada pembinaan lebih lanjut yang ditangani oleh pihak babinsa dan dilanjut besok hari senin jam 8.00 untuk membuat surat pernyataan bersama,” tandasnya. [owi/aje]







5 Komentar
Kadus pekok dihajar rame2 kok baik baik saja.
Pelaku ne pengen tak hajar
Goblok nih orang, di hajar kaya gitu dia bilang baik baik saja, pengen rasanya dia yg gw tendang perut nya
Komentar macam apa ini pak kepala dinas? Boleh deh Pak kepala Dinas dicoba dipukuli berkali-kali seperti anak itu. Coba bayangkan betapa traumanya korban kalau setiap harinya dia ketemu dengan para pelaku.
kok bisa baik baik saja .. coba gantian anaknya dibully seperti itu ? apa Bapak terima ? meskipun sudah kekeluargaan tetap usut semua pelaku biar jera . Bisa ditahan di sel utk beberapa minggu biar kapok anak anak jiwa preman ini. Usut semua pihak sekolah jangan dibiarkan.