Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto melarang adanya praktik perundungan atau bullying selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung. Hal tersebut disampaikan usai pembukaan MPLS di Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto.
“Mulai hari ini MPLS digelar bersamaan di jenjang PAUD, SD, hingga SMP Negeri dan swasta. Selama pelaksanaannya, peserta didik baru akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah baru masing-masing. Untuk SMP tiga hari, untuk SD MPLS selama dua pekan,” ungkap Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid, Senin (17/7/2023).
Kebijakan tersebut dilakukan untuk benar-benar menjalankan transisi dari PAUD ke SD sesuai arahan dari Kemendikbud Ristek.
Dinas P dan K Kota Mojokerto telah mengumpulkan seluruh Kepala TK dan guru kelas I SD untuk diberikan sosialisasi dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur terkait pelaksanaan MPLS.
BACA JUGA:
Harapan Wali Kota Mojokerto di Hari Koperasi
“Kenapa dua minggu untuk tingkat SD? Karena para siswa ini kan dari TK biasanya bermain ke situasi belajar itu kan beda, butuh penekanan perhatian. Itu aturan nasional dan dilarang adanya perundungan dan bullying. Anti-bullying tidak hanya teori, tapi harus dipastikan dengan cara masing-masing di sekolah,” katanya.
Untuk menghindari bullying, tegas Amin, sekolah dilarang memberikan tugas maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Kegiatan MPLS juga dilakukan pada saat jam pelajaran dan dilaksanakan di lingkungan sekolah. Akan ada sanksi jika ditemukan adanya perundungan dan bullying.
“Seluruh sekolah juga tidak melanggar ketentuan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Boleh melibatkan kakak kelas, misalnya untuk menyambut adik-adiknya. Intinya jangan sampai ada bullying,” ujarnya.
BACA JUGA:
Pritttt… Majapahit Super Liga di Mojokerto Resmi Digelar
Sekedar diketahui, sebanyak 2.778 siswa baru Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Kota Mojokerto mengikuti Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Doa Bersama Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. MPLS dibuka dengan salawat, doa bersama, game edukatif dan sarapan bersama Ning Ita (sapaan akrab, red).
Dalam MPLS, peserta didik baru akan diberikan pengenalan terkait lingkungan sekolahnya. Mulai lingkungan sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, hingga program-program unggulan sekolah.
Peserta MPLS yang digelar serentak di Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto ada sebanyak 2.778 siswa SMP Negeri/swasta.
Jumlah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023/2024 sebanyak 3.963 mulai dari tingkat TK, SD dan SMP Negeri, sementara untuk swasta ada 1.812 siswa. [tin/beq]






