Bojonegoro (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bojonegoro kembali menuai kontroversi setelah menu dimsum yang dibagikan kepada pelajar di Kecamatan Temayang diduga kuat tercemar. Temuan ini langsung viral di media sosial lantaran dimsum tersebut ditemukan berisi belatung yang memicu sorotan tajam terhadap kualitas makanan sekolah.
Insiden yang menggemparkan ini dilaporkan terjadi di sekolah wilayah Desa Jono dan Desa Belun, Kecamatan Temayang. Foto dan video temuan dimsum tersebut diunggah di media sosial pada Jumat (5/12/2025), memicu reaksi keras dari publik.
Seorang warga, melalui akun Fahri Setyo, melaporkan kejadian ini secara terbuka di grup Facebook Media Bojonegoro, menyoroti langsung penanggung jawab dan kualitas Program MBG.
“Bapak Bupati Bojonegoro dan yang terkait MBG, mohon izin melaporkan kejadian dimsum berisi belatung di salah satu sekolah di Jono dan Belun,” tulisnya.
Pelapor juga menegaskan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal. Ia mengklaim temuan belatung atau sejenisnya dalam makanan MBG sudah terjadi hingga tiga kali dalam periode berbeda.
“Sudah ke tiga kalinya MBG ditemukan belatung di dalam makanan,” tambahnya.
Redaksi telah berupaya meminta klarifikasi resmi terkait dugaan belatung di dimsum MBG kepada pihak Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG Bojonegoro, Tommy Mandala Putra. Namun, respons yang didapatkan masih sangat minim.
“SPPG mana itu, Mas?” ujar Tommy singkat saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan mendetail, klarifikasi resmi, maupun langkah evaluasi resmi yang disampaikan oleh pengelola program terkait insiden berulang yang mengancam kesehatan siswa tersebut. [lus/beq]






