Surabaya (beritajatim.com) – Di era disrupsi ekonomi dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, anak muda harus mengambil peran besar untuk mengisi pos strategis bangsa. Potensi besar tersebut harus dimanfaatkan untuk keluar dari situasi krisis tersebut.
Dimas Oky Nugroho Ketua Perkumpulan Kader Bangsa menggalang potensi anak muda Surabaya untuk berkolaborasi mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Sekarang ini eranya kolaborasi, antara pelaku ekonomi kreatif, dengan pemerintah, dengan pelaku bisnis dan semua elemen masyarakat. Dari old economy menuju new economy, ini harus ditangkap oleh anak-anak muda dengan berkolaborasi untuk kesejahteraan bersama,” kata Dimas dalam diskusi Kolaborasi Positif bersama sejumlah pemuda kreatif di Surabaya, Minggu (16/1/2022).
Dari diskusi ini, Dimas menangkap banyak keresahan dari anak muda. Diantaranya tentang aktualisasi diri, sampai pada jaminan hidup di masa mendatang.
“Untuk itu, kita harus berani kawan-kawan, menangkap peluang melalui kreatifitas. Berani dalam konteks ini harus dibekali pengetahuan dan kalkulasi yang matang, serta jejaring yang luas. Forum ini salah satunya untuk mempertemukan anak muda dari lintas background interest dan platform untuk maju bersama,” tuturnya.
Dimas lantas mencontohkan peluang yang bisa digarap oleh anak-anak muda Kota Surabaya, dari sisi sejarah di kota pahlawan ini bisa digarap dari berbagai sisi. Melalui trip historis, bisa menumbuhkan kecintaan pada kota, sekaligus mendatang profit untuk keberlangsungan hidup.
“Di sisi lain, narasi sejarah kota Surabaya bisa diwujudkan dalam bentuk audiovisual, dimasukkan platform media sosial, youtube, atau podcast. Bisa mendatangkan profit uang, beriringan dengan penguatan sejarah Surabaya. Dan isu lokalitas, yang unik dan memiliki nilai tadi yang sedang dicari, tidak hanya membahas isu Jakarta saja,” bebernya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”surabaya”]
Dimas berkesimpulan, bahwa tantangan mendatang harus disambut dengan semangat kolaborasi. Bergerak bersama tidak hanya meraup keuntungan pribadi semata, namun juga memberikan dampak ke lingkungan sekitar.
“Sosiopreneurship istilahnya, kita ingin melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang berkapasitas dan berintegritas. Nah, nanti aktifitas dan gerakan dari kawan-kawan bisa kita kolaborasikan dengan Kader Bangsa,” kata doktor alumnus Universitas New South Wales Australia ini.
Dalam diskusi ini, salah satu anak muda kreatif yang berkecimpung di industri film, Ringgo (24) mengungkapkan kurang padunya antara industri kreatif dengan program pemerintah. Sehingga, program-program pemberdayaan ekonomi kreatif seringkali tidak cocok dengan industri kreatif yang mayoritas diisi anak-anak muda.
“Beberapa kali mengerjakan project pemerintah, salah satunya dari Kemenkumham untuk bahaya pinjol ilegal. Dan nantinya bisa kami kolaborasikan dengan komunitas di Surabaya yang hadir di sini,” terangnya.
Perlu diketahui, Dimas Oky Nugroho melalui Perkumpulan Kader Bangsa dan Kolaborasi Positif, secara konsisten menggalang anak-anak muda dari tiap daerah di Indonesia untuk berkolaborasi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Di Surabaya, Dimas Oky berkolaborasi dengan sejumlah anak muda pelaku ekonomi kreatif, aktifis sosial, mahasiswa, dan pengusaha muda untuk membawa dampak positif untuk diri sendiri sekaligus untuk Kota Surabaya.(asg/ted)






