Blitar (beritajatim.com) – Seorang bocah yang masih kelas VI SD (Sekolah Dasar) berinisial RA asal Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar dilaporkan hilang pada Kamis (20/4/2023). Namun berselang satu hari, RA ditemukan meninggal di Sungai Brantas setempat.
Jasad murid kelas 6 SD itu ditemukan mengambang di sungai dengan luka memar di pipi. “Jasad Bocah SD itu ditemukan setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga,” kata kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Udiyono, Jumat (21/4/2023).
Peristiwa ini bermula saat RA berpamitan dengan sang nenek untuk pergi bermain. Namun setelah diizinkan, bocah SD itu tak kunjung pulang hingga waktu berbuka tiba. Merasa khawatir, sang nenek kemudian berusaha mencari keberadaan cucunya dibantu oleh warga.
BACA JUGA:
Balita di Lamongan Ini Tewas Tenggelam di Kali Depan Rumah
Saat proses pencarian itulah sang nenek mendapatkan informasi bahwa RA sebelumnya nampak bermain di aliran Sungai Brantas. Mendapati informasi itu, pihak keluarga melaporkan hal itu ke perangkat desa dan Polsek Kesamben.
Proses pencarian oleh tim gabungan pun dilakukan. Jasad bocah kelas 6 SD itu baru bisa ditemukan pada Jumat (21/4/2023) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban ditemukan di aliran Sungai Brantas yang memiliki lebar sekitar 10 meter. “Alhamdulillah jasad korban bisa ditemukan,” imbuhnya.
Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka karena pihak keluarga tidak menghendaki adanya autopsi. Dari keterangan keluarga, bocah kelas 6 SD itu memang memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak kecil.
BACA JUGA:
Pemancing Temukan Jenazah Anak 9 Tahun di Waduk Parengan Tuban
Diduga penyakit epilepsi yang diderita oleh bocah berusia 12 tahun itu kambuh saat dirinya tengah berenang di Sungai Brantas Kecamatan Kesamben. Hal itu diperkuat dengan adanya cairan liur kering yang keluar dari mulut bocah tersebut.
“Informasi dari pihak keluarga memang punya penyakit epilepsi sejak kecil. Jadi kemungkinan penyebabnya adalah itu. Sehingga dia tenggelam di Sungai Brantas,” pungkasnya. [owi/suf]






