Jember (beritajatim.com) – Pasuruan United ditumbangkan tuan rumah Persid 1-0, dalam pertandingan kedua Liga 3 Grup H Jawa Timur, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Kamis (7/12/2023). Pelatih Pasuruan Irfan Junaidi kecewa dengan performa wasit Deni Nurhidayat dari Surabaya.
“Secara permainan, kami sudah maksimal. Pada awal kompetisi Liga 3, kami punya harapan besar adanya perubahan kinerja wasit lebih bagus lagi. Kalau memprotes wasit, kami yang disudutkan. Tapi kinerja wasit seperti itu diulang lagi. Kami sebagai tim tamu selalu dirugikan,” kata Irfan.
“Kami mau bicara apa kalau seperti ini. Kami mau protes seperti apa? Penonton lebih tahu, Suporter sekarang pintar menilai dan lebih tahu. Saya minta tolong, kami tidak minta apa-apa. Kami cuma minta wasit fair play,” kata Irfan.
Dari aspek permainan, Irfan menilai penampilan anak-anak asuhnya lebih baik daripada saat menang 2-0 atas Kresna Unesa. “Kendati kalah, ada progres. Cara kami bermain dan semangat pemain kami ada peningkatan. Kami tidak ada celah. Cuma konsentrasi kami menurun sedikit. Itu yang bisa dimanfaatkan Persid. Saya akui Persid bagus,” katanya.
Gol Persid berawal dari manuver Miftahul Husyen Rahmatullah yang merangsek pertahanan Pasuruan. Bola yang dilepaskan Husyen ke dalam kotak penalti sebenarnya sudah bisa diintersep Achmad Shadam. Namun ia tak segera membuang bola, sehingga bisa direbut Ghifari Vaiz Aditya yang langsung menendangnya masuk ke gawang yang dijaga Achmad Humaidi pada menit 15.
Ivam Ramadhan Abdillah, kapten Pasuruan United, menilai pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dan ketat. “Kami saling serang. Tapi memang kami kurang berfokus sedikit sehingga kecolongan,” katanya.
Irfan mengakui grafik konsentrasi pemain fluktuatif. Ia tak mau menyalahkan satu pemain. “Sepak bola adalah olahraga kekompakan tim,” katanya.
Memasuki babak kedua, giliran Pasuruan United memegang kendali pertama. Mereka lebih rapi dalam menyerang dan memiliki keunggulan fisik. Irfan menyebut, nuruknya kepemimpinan wasit menjadi faktor kegagalan Pasuruan mencetak gol. “Kesalahan wasit dalam mengambil keputusan terlalu banyak. Tidak bisa kami jabarkan satu demi satu. Kalau pun kami protes, saya tidak yakin akan berlanjut,” katanya.
Kendati kalah, Irfan memuji anak-anak asuhnya. “Semua lini saling dukung. Tidak ada man of the match,” katanya.
Menjelang pertandingan menghadapi Persema, Sabtu (9/12/2023), Ivan tetap percaya diri. “Kami harus curi poin, karena yang lolos penyisihan grup dua tim,” katanya. [wir]






