Ngawi (beritajatim.com) – Bangunan pondasi shelter pemberangkatan Terminal Penumpang Tipe A Kertonegoro Ngawi senilai Rp 3,9 miliar belum dilanjutkan.
Terlihat hanya sejumlah besi cor yang jadi cikal bakal tiang untuk membuat shelter pemberangkatan. Proyek yang sampai kini ditutupi seng berkelir biru itu masih menunggu anggaran untuk berlanjut.
Dalam papan proyek yang ditempelkan di pagar seng, hanya mencantumkan informasi proyek yakni nama pekerjaan, tahun anggaran, sumber dana, rekanan penggarap, pengawas, dan waktu pelaksanaan. Sayangnya, tak dicantumkan berapa jumlah anggarannya.
Proyek yang dibawah kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat XI Jatim itu jadi sorotan. Tak hanya di Ngawi, untuk Terminal Penumpang Tipe A Purboyo Madiun juga demikian. Bahkan, meski tak dicantumkan dalam papan proyek, anggarannya lebih besar yakni Rp 5,2 miliar.

PT Cipta Karya Multi Teknik bertugas menggarap Terminal Purboyo Madiun. Untuk Terminal Kertonegoro Ngawi yakni PT Persada Etika KSO. Dua kontraktor tersebut dikelola oleh orang yang sama. Diduga kedua proyek terminal dalam pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi.
”Bukan mangkrak. Tapi, akan dilanjutkan tahun depan. Saat ini masih menunggu anggaran untuk pelaksanaan tahap dua,” ungkap Candra selaku PPK dari BPTD XI, Selasa (26/10/2021).
Hal Senada diungkapkan Ali Imran, Kepala Terminal Kertonegoro Ngawi menyebut kalau memang proyek untuk tahap satu sudah selesai. Namun, terkait teknis pastinya, dia tak begitu paham. Lantaran, tak terlibat langsung dalam pelaksanaan.
”Yang jelas sejak Juni hingga 90 hari setelah itu sudah selesai. Kapan bisa dilanjutkan kami tidak paham,” katanya.
Senada dengan Imran, Kepala Terminal Purboyo Madiun Suyanto menyebutkan proyek revitalisasi tahap satu sudah selesai. Namun, karena ada rangkaian tahapan selanjutnya, maka harus menunggu hingga tahun depan. (fiq/ted)






