Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menjenguk Dwi Sugesti Megamuslimah, wartawati media daring Tada Today yang menjadi korban mobil yang dikendarai pengemudi mabuk, di Rumah Sakit Umum Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (31/5/2024).
Hendy datang ke RS Kaliwates setelah menghadiri sidang paripurna di DPRD Jember. Dia ditemani ajudan dan Kepala Dinas Perhubungan Jember Agus Wijaya. Saat tiba, di ruang rawat inap yang ditempati Mega sudah ada Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jember Inspektur Satu Edy Purwanto dan seorang petugas dari Jasa Raharja.
Hendy menanyakan kabar Mega, termasuk kondisi dan kejadian saat itu. Dia berada di sana kurang lebih 10 menit. “Saya tidak ada jalan damai, Pak, supaya ada efek jera ke pelaku dan orang-orang yang mabuk tidak kelayapan nyetir kendaraan serta membahayakan orang lain,” katanya.
Usai menjenguk Mega, Hendy berharap kejadian ini tak terulang lagi. “Hal ini perlu diantisipasi, jangan sampai terulang kembali. Yang jelas kami akan melakukan sosialisasi lagi bahwa (mengemudi sambil mabuk) membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Hendy mengapresiasi Jasa Raharja dan Rumah Sakit Kaliwates yang menangani Mega dengan baik. “Gercep sekali. Bukan karena ini teman jurnalis, tidak. Tapi kita melakukan kepada siapapun. Namun yang paling penting kepada para pengemudi harus mematuhi peraturan lalu lintas. Hal ini tentunya buat pelajaran kita semua,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras. “Teman-teman polres dan pemkab rajin sekali merazia tempat-tempat penjualan miras, termasuk tempat hiburan. Tidak diizinkan berjualan miras di Jember, kecuali dapat izin dari pusat. Regulasinya sangat ketat dan terbatas. Pemakaiannya pun terbatas oleh orang-orang tertentu,” kata Hendy.
Hendy berharap masyarakat juga berpartisipasi dalam mengawasi dan mencegah peredaran miras ilegal. “Apalagi ada warga menjual miras, laporkan kepada kami, sehingga kami juga mengantisipasi. Kalau kita tidak bekerja sama dan berkolaborasi, kita tidak bisa melakukan penanganan cepat,” katanya.
Kecelakaan terjadi pada Kamis (30/5/2024), sekitar pukul 20.52 WIB. Saat itu, Mega yang mengendarai sepeda motor Honda Vario baru saja berbelok di tikungan Jalan Hayam Wuruk dekat Markas Kepolisian Sektor Kaliwates menuju ke arah timur. “Saya berjalan pelan-pelan hendak ke arah kiri,” katanya kepada Beritajatim.com, Jumat (31/5/2024) siang.
Dari spion terlihat mobil Daihatsu Sigra bernopol P 1149 KU berjalan kencang dan tidak menurunkan kecepatan dari arah barat. Perasaan Mega sudah tidak enak. “Jangan-jangan nanti saya ditabrak,” katanya.
Benar saja. Daihatsu Sigra yang dikendarai warga Kecamatan Patrang berinisial H ini menghantam sepeda motor bernopol P 5848 YW yang dikendarai Mega. Mega terpelanting dan tubuhnya menghantam aspal. Sementara sepeda motornya terlempar sejauh kurang lebih 10 meter.
“Saya masih beruntung pakai tas ransel, sehingga punggung saya tidak langsung menghantam aspal. Tapi helm saya pecah, dan laptop saya di dalam ransel rusak,” kata perempuan warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini.
Mega langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kaliwates. Kaki kanannya terpaksa dibungkus gipsum karena bengkak. Selain itu ada pembengkakan di bagian otak. “Butuh waktu paling sedikit dua pekan untuk pulih,” katanya.
Sementara sang penabrak langsung diamankan warga sekitar. Ambang, teman korban, mengatakan, bau alkohol menyengat dari dalam mobil. “Pengendaranya juga mengaku sempat minum,” katanya. [wir]






