Kediri (beritajatim.com) – Sebuah rumah di Jalan Batam, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri roboh setelah diterjang hujan deras dan angin kencang. Rumah ini milik Waras, yang lokasinya di Desa Gadung, Kecamatan Puncu.
Antok, salah satu warga mengaku, akibat kejadian itu, atap rumah dari kayu dan esbes rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini. “Kejadiannya kemarin. Saat terjadi hujan angin, rumah pak Waras roboh,” kata Antok.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Kediri sudah mendatanginya. Petugas melakukan assasment serta membantu proses pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan. Kegiatan itu dibantu oleh masyarakat setempat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Data BPBD, bencana hujan angin sendiri terjadi, pada Selasa (19/4/2022) sekitar pukul 13.30 WIB. Akibatnya, sejumlah poho tumbang di Desa Jati, Kecamatan Papar. Kemudian terjadi banjir luapan sungai di Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan. Lalu, banjir luapan di Desa Puhjajar, Kecamatan Papar serta pohon tumbang di Desa Badas, Kecamatan Badas.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dampak dari bencana tersebut menghambat jalur lalu lintas menuju Balongjeruk – Kunjang ke Tegowangi dan Jalan Raya Jombang – Pare mengalami kemacetan,” kata Rendy Agata, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri.
Tindakan yang dilakukan BPBD adalah melakukan pemotongan pohon di kedua lokasi itu. Yakni, Desa Jati dan Desa Badas. Kegiatan itu dibantu oleh warga Desa. Kemudian di lokasi banjir luapan, Tim URC BPBD melakukan assasment dan observasi di wilayah terdampak sebagai bahan untuk koordinasi dengan dinas terkait.
“Pada pukul 22.34 WIB semua penanganan selesai. Kami tetap mengimbau agar tidak lupa memakai masker. Diharapnkan warga selalu waspada terhadap bencana alam. Selalu patuhi himbauan pemerintah gunakan protokol kesehatan,” pesannya. [nm/kun]






