Malang (beritajatim.com) – FKIP Unisma mengadakan lomba hibah pendanaan untuk penelitian dosen. Selain itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang (FKIP Unisma) juga mengadakan berbagai lomba di bidang keolahragaan.
“FKIP Unisma itu berdiri pada 10 Mei 1981, sekarang sudah 42 tahu. Bertepatan dengan hari ini, kami mengadakan istighosah dan doa bersama yang dihadiri dosen, karyawan, dan jajaran Rektorat Unisma,” ujar Dekan FKIP Unisma, Dr. Hasan Busri, M.Pd.
Hasan Busri menambahkan bahwa semarak dies natalis ke-42 itu, juga dikemas dalam berbagai lomba dan hibah pendanaan. Lomba bidang keolahragaan, seperti voli, tenis meja, catur, dan lomba E-Sport. Menurunnya, pada ulang tahun ke-42 yang terpenting adalah meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/prodi-akuntansi-feb-unisma-raih-akreditasi-unggul/
“IKU diwujudkan dalam bentuk peningkatan hasil penelitian jurnal yang diperlombakan dalam hibah. Jadi hibah itu dilombakan, yang nanti dapat menghasilkan luaran berupa penelitian dalam bentuk jurnal terakreditas nasional dan internasional,” jelas Dekan FKIP Unisma.
Hasan berharap dengan banyaknya jumlah luaran yang dihasilkan dalam dapat mengangkat eksistensi fakultas, terlebih universitas. Adapun dana dari hibah penelitian tersebut berasal dari dari internal fakultas.
Selain itu, Dekan menegaskan bahwa program studi (Prodi) di FKIP Unisma terdiri atas prodi matematik, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan Program Profesi Guru (PPG). Dua prodi, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sudah menjalani asesmen lapang akreditasi FIBAA Jerman.
“Insyaallah full accreditation selama 5 tahun untuk dua prodi tersebut. Sementara itu prodi Matematika akan diupayakan terakreditasi unggul tingkat nasional. Bahasa Indonesia sudah terakreditasi unggul tingkat nasional, bahasa Inggris baik sekali, Matematika baik sekali dan PPG terakreditasi baik,” sambungnya.
Menurut Hasan, FKIP saat ini perlu meningkatkan peran dan fungsinya baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejauh ini, FKIP Unisma selalu dilibatkan pada berbagai ajang nasional baik yang diselenggarakan Kemdikbud Ristek dan Kementerian Agama.

“Seperti pertukaran mahasiswa merdeka, magang merdeka, kampus mengajar dan lain-lainnya kami selalu dilibatkan. Selain itu, di FKIP ada program tingkat internasional. Ada international conference dari tiga jurusan kami. Ada visiting professor dan pertukaran mahasiswa internasional,” ujar Dekan.
FKIP juga turut berkontribusi dalam implementasi milestone entrepreneur university dari Unisma. Menurut Hasan, makna entrepreneur harus dipertegas, karena entrepreneur bukan semata-mata berjualan. Tapi bagaimana mengembangkan jiwa entrepreneur.
“Itu sudah bisa ditanamkan mahasiswa FKIP sejak lama. Dengan milestone ini, FKIP sudah siap. Salah satu contohnya , misalnya mengembangkan media pembelajaran. Media itu dimanfaatkan oleh dunia industri. Misalnya lab multimedia, ini nanti hasilnya karya mahasiswa bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Itu tentu saja ada nilai ekonomisnya,” ujar dosen bidang linguistik itu.
Pada akhir penyampaian, Dekan berharap agar hilirisasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa FKIP Unisma terus bermanfaat dan dibaca masyarakat luas. Ia berharap agar terus terjalin kerjasama yang baik dengan dunia pendidikan, sekolah, terlebih dunia industri. (dan/kun)






