Surabaya (beritajatim.com) ‐ Satu tahun perjalanan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen (UK) Petra menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen terhadap layanan kesehatan, terutama bagi kelompok remaja yang kerap luput dari perhatian.
Dalam perayaan Dies Natalis pertamanya yang digelar pada Sabtu (7/6/2025) di Petra Performance Hall, FK UK Petra mengangkat tema “Trilogy of Health”—sebuah pendekatan komprehensif terhadap tiga aspek utama kesehatan: fisik, mental, dan spiritual.
Bahkan sejak awal berdiri, Fakultas Kedokteran UK Petra telah melihat adanya kesenjangan layanan kesehatan bagi kelompok usia remaja.
“Di tengah sistem kesehatan yang lebih fokus pada anak-anak dan lansia, remaja justru sering terabaikan. Padahal, ini adalah masa transisi krusial yang menentukan kualitas kesehatan jangka panjang seseorang,” ujar dr. Narumi Hayakawa, M.Bio.Et., dosen sekaligus Penanggung Jawab Acara Dies Natalis FK UK Petra.
Rangkaian acara Dies Natalis tersebut pun dirancang menyentuh seluruh lapisan kesehatan. Aspek fisik diwujudkan lewat Mediventure Competition, rally games edukatif yang melibatkan 65 siswa SMA dari berbagai sekolah di Surabaya.
Para peserta diajak menjelajahi laboratorium kedokteran, menyelesaikan tantangan mulai dari mengenali bagian tubuh hingga menyusun puzzle histologi. Tak hanya itu, FK UK Petra juga menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Puskesmas Siwalankerto.
Kesehatan mental mendapat sorotan melalui seminar bertajuk “Beauty and The Brain: Stress dan Kaitannya dengan Aging”. Seminar ini membahas hubungan antara stres, penuaan, dan kesehatan otak. FK UK Petra juga menggelar webinar ilmiah ber-SKP Kemenkes dengan topik “Kesehatan Remaja dalam Perspektif Pendidikan Kedokteran”, yang diikuti oleh dokter dan tenaga kesehatan.
Sementara itu, sentuhan spiritual hadir dalam malam seni bertajuk “Enchanted Night: A Celebration of Heart, Hope, and Healing”. Puncak acara ini menampilkan kolaborasi spesial antara d’Professor Band—kelompok musik beranggotakan 93 profesor kedokteran dari berbagai institusi di Surabaya yang meraih rekor MURI—dengan PCU Orchestra.
Penampilan ini tak sekadar hiburan, namun juga bentuk dukungan para guru besar terhadap FK UK Petra dan visi mereka dalam membentuk dokter masa depan yang humanis. “Kami percaya, perubahan besar berasal dari langkah kecil yang konsisten dan bermakna,” kata dr. Narumi menutup sambutannya.
FK UK Petra mengusung semangat “More Than a Doctor”, yakni mencetak dokter dengan kemampuan klinis unggul, berempati, dan siap hadir di tengah masyarakat.
Komitmen FK UK Petra ini pun turut mendapat apresiasi dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang melihat peran penting institusi pendidikan dalam mewujudkan kota sehat. Seperti diketahui, Surabaya telah tergabung dalam Jaringan Global Kota Sehat versi WHO, dan langkah FK UK Petra dinilai selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan warganya. (fyi/kun)






