Magetan (beritajatim.com) – Seribu lebih kendaraan roda dua milik siswa SMK Negeri 1 Magetan mendadak pindah parkir di lahan milik Pemkab Magetan di Jl Semeru pada Kamis 28 Juli 2022 pagi. Kendaraan roda dua tersebut biasanya diparkir di penitipan milik warga sekitar sekolah.
Penyebab pindahnya parkir kendaraan para siswa ini diduga akibat adanya perseteruan antara pihak sekolah dengan para pemilik jasa penitipan sekitar sekolah. Sehingga pihak sekolah menginstruksikan pindah parkir di lahan milik pemkab setempat, motor para siswa kepanasan lantaran tak ada naungan seperti di penitipan milik warga.
Priyanto, salah satu penyedia jasa parkir menceritakan bahwa setiap tahun ajaran baru, ada salah satu oknum guru yang meminta kerja sama berupa pembagian hasil parkir motor siswa dengan pihak SMKN 1 Magetan. Mereka meminta bagi hasil karena menganggap warga mendapat untung besar karena siswa sejumlah 1.600 orang hampir semuanya menitipkan motor di jasa penitipan milik warga sekitar sekolah.
“Ini bisa ditengarai, setiap tahun ajaran baru pasti begini soal parkir. Ada oknum guru yang maunya kerjasama atau bisa dibilang bagi hasil pendapatan parkir. Sebenarnya kami gak keberatan jika caranya baik-baik dan jelas,” kata Priyatno salah satu penyedia jasa parkir kendaraan siswa, Kamis (28/7/2022).
Priyanto menambahkan, pihak sekolah seakan akan tidak menghargai warga yang membuka jasa parkir. Total ada delapan jasa penitipan milik warga. Dia menyayangkan pihak sekolah yang justru menyuruh siswa untuk mengirimkan surat ajakan koordinasi pada penyedia jasa parkir. Bukan pihak guru atau pihak sekolah sendiri yang datang ke mereka.
“Kerjasama yang dimaksud ini bagaimana kami tidak tahu, misal bagi hasil bagi hasil yang seperti apa teknisnya kami tidak paham. Ya kami tolak,” tegasnya.
Dia menceritakan, awal delapan warga membuka jasa penitipan sepeda motor itu atas permintaan siswa karena pihak sekolah minim lahan parkir. Para siswa terdahulu minta dibuatkan parkir agar tidak bingung saat menaruh kendaraannya saat ditinggal belajar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sekolah-magetan”]
“Kami kemudian tergerak membuatkan tempat dengan mengorbankan lahan hingga kolam ikan kami jadikan lahan parkir agar siswa tidak lagi bingung dan telat sekolah karena harus cari tempat parkir,” imbuhnya.
Total ada 8 lokasi jasa parkir yang dikelola warga sekitar sekolah. Tempat Priyatno muat sekitar 500 hingga 600 kendaraan siswa setelah disebarkan dengan menguruk yang sebelumnya kolam ikan. Pihak pengelola menarif satu kendaraan Rp2.000 setiap kendaraan yang parkir dari pagi hingga pulang sekolah.
“Ya kalau memang dipermasalahkan sekolah, kami akan menutup parkir dan mengembalikan fungsi semula lahan kami. Kolam ikan dan lahan tanam sayur,” pungkas Priyatno.
Buntut dari perseteruan pihak sekolah dengan penyedia jasa parkir atau penitipan sepeda motor adalah instruksi pihak sekolah pada para siswa agar memarkir kendaraan di lapangan parkir Jalan Semeru. Jika jalan kaki dari area parkir hingga sekolah sekitar 150 meter.
Sementara itu pihak sekolah saat dikonfirmasi terkait gaduh parkir ini mengaku masih repot. Sugianto Kepala SMKN 1 menyarankan untuk menemui humas atau bagian kesiswaan. [fiq/suf]






