Sidoarjo (beritajatim.com) – Kasus seteru antara Kades Karangbong, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Moch Bambang Asmuni dengan Aan Laras Sudarmo, warga Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya yang indekost di Jalan Suryo Wongso RT 04 RW 05 Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, seperti terus memanas.
Setelah kasus perkelahian keduanya viral di Tik Tok berujung saling lapor, kini beredar video yang viral di WhatsApp Group (WAG) lingkungan RT maupun RW di Desa Karangbong.
Video itu merekam seorang pemuda mendatangi tempat kos Aan dan melabrak penghuninya. Diduga, pemuda itu adalah putranya Kades Karangbong Moch Bambang Asmuni berinisial W.
Pemuda itu datang ke tempat kos yang berada di belakang rumah Asmuni sejarak sekitar 50 meteran. Dia terekam kamera seperti membawa benda tajam.
Video berdurasi sekitar 01.06 detik seperti ada yang sengaja merekam dari jarak kejauhan. Dalam video tersebut, belum diketahui jelas apa yang diomongkan oleh W kepada isteri Aan tersebut.
Baca Juga:
Kades dan Warga Kos Saling Lapor Polisi, Laporan Kades Diduga Dapat Keistimewaan
W seperti terlihat sepintas dalam video membawa barang panjang sekitar 35 centimeteran. Konon ada yang bilang barang tersebut sejenis senjata tajam.
Isteri Aan juga tampak mendengar dan menjawab apa yang dikomunikasikan oleh W tersebut. Tidak lama setelah itu, ada warga yang lewat melintas saat W bersama isteri di depan pintu kos Aan. W juga tampak mengobrol dengan warga melintas sambil menggerakkan tangannya berulang seperti menceritakan sesuatu. Dan tidak lama kemudian W meninggalkan kos Aan dengan menaiki motornya.
“Iya mas sekarang ganti beredar video di kampung, tampak seorang anak muda mirip anak Pak Kades sedang melabrak Aan dan kebetulan yang bersangkutan (Aan red,) tidak ada, dan ditemui oleh isteri Aan,” ucap G warga setempat Kamis (20/4/2023).
G juga menjelaskan anak muda yang mendatangi kos Aan, mirip seperti anak Kades Asmuni yang mencoba membantu saat kades bersitegang dan berkelahi dengan Aan, seperti yang tampak dalam video viral di Tik Tok tersebut.
Ia menilai sebetulnya kasus itu, Kades Karangbong tidak perlu memperparah atau berkelanjutan. Aan juga warga yang kos di desanya, kenapa sampai bersikap seperti itu.
Menurutnya, Kades Asmuni mestinya harus mengayomi, bukan memusuhi warga yamg kos di wilayahnya. Ibaratnya itu, Kades Asmuni menangpun dalam kasus perkelahian itu, akan jadi arang, dan kalah akan jadi abu.
Baca Juga:
Berkelahi, Diduga Kades dan Warga Kost Gedangan Sidoarjo Viral di Tik Tok
“Dalam kasus ini, saya menilai Kades Asmuni tidak diuntungkan. Misalkan Kades Asmuni ada yang menilai Kades memukul warga kos, jelas akan dinilai arogan dalam tindakan. Sebaliknya jika ada yang menilai warga memukuli kades, pasti dalam benak atau pikiran warga yang tahu, ada apa kok sampai warga tega memukuli kadesnya, dan asumsi atau penilaian akan ke yang bukan-bukan. Bisa jadi kades dipukuli warganya karena demikian dan demikian,” urainya.
Kasus kedatangan W ke tempat kos ini juga kabarnya dibawa ke ranah hukum, karena isteri Aan merasa terancam. Pelaporan kasus ke polisi dengan menyertakan Subekhan sebagai saksi di TKP atau pemilik kos yang ditempati Aan dan isterinya yang sedang mengandung itu tinggal setiap harinya.
Kades Karangbong Moch Bambang Asmuni tak mengangkat ponsel maupun konfirmasi via pesan WhatsApp wartawan ini terkait kebenaran pemuda itu putra buntut kasus perkelahiannya dengan Aan. [isa/beq]






