Ngawi (beritajatim.com) – Spesimen swab PCR dua siswa SMPN 5 Ngawi dikirim ke Laboratorium Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS). Cycle Threshold Value mereka di bawah angka 30. Sehingga, dicurigai bukan sekadar Covid-19 varian biasa.
Joko Marwanto Sub Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Ngawi membenarkan hal tersebut. Dari dua hasil swab didapat kalau nilai CTV kurang dari 30 dan perlu pemeriksaan lebih lanjut di ITD Unair. Lantaran, Laboratorium Kesehatan Daerah setempat belum mumpuni untuk WGS.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
“Hasil pemeriksaan kemungkinan dua minggu baru bisa keluar. Saat ini banyak sekali antrian untuk pemeriksaan WGS karena tak hanya ada di Ngawi saja,” kata Joko saat ditemui di SMPN 5 Ngawi, Kamis (27/1/2022)
Antisipasi berupa penghentian pembelajaran tatap muka (PTM) sudah sesuai dengan petunjuk dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri. Jika ada satu kasus dan kemudian muncul satu kasus lain dan dicurigai ada kluster maka PTM harus dihentikan. “Sudah kami lakukan sesuai instruksi dan kami terus bangun koordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan,” kata Joko. (fiq/kun)






