Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menutup serangkaian kegiatan perayaan Dies Natalis ke-62 ITS pada Sabtu (12/11/2022).
Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof Mochamad Ashari menyampaikan sejumlah pencapaian ITS selama 62 tahun berkarya untuk Indonesia. Dimulai dari pemenuhan teknologi untuk dunia industri sampai dengan kesehatan, menjadikan ITS terus berani merangkak dan berkembang.
Tak hanya itu, di sisi lain ITS juga perlu meningkatkan kontribusi dan peran aktif masyarakat yang merujuk pada ilmu sains dan teknologi dengan memperkuat jejaring sarana untuk masyarakat, seperti memperluas bidang ilmu yang ada.
“ITS telah berhasil mendirikan departemen di bidang kesehatan, yaitu teknologi kedokteran dan akan terus meluaskan ranahnya dengan mempersiapkan fakultas kedokteran,” ujar Prof Ashari.
Ia menambahkan, bahwa dengan perluasan bidang ilmu yang ada, lembaga pendidikan akan menjadi dasar pencapaian tujuan berbangsa. Melalui pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi, ITS diharapkan terus memperluas inovasi untuk mencapai kemajuan suatu negara.
Sementara itu, Jusuf Kalla dalam orasi ilmiahnya menyoroti kemajuan Indonesia yang berdasarkan pada sains, teknologi, dan inovasi. Menurut JK, sapaan akrabnya, tujuan berbangsa adalah memajukan bangsa. “Inovasi selalu punya hubungan dengan teknologi. Teknologi selalu punya hubungan dengan pendidikan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi merupakan kunci bagi suatu negara untuk mewujudkan pertumbuhan jangka panjang. Mengakumulasi inovasi dan teknologi dengan membangun lebih banyak fasilitas produksi yang akan menghasilkan pertumbuhan dalam jangka menengah. Tetapi dalam jangka panjang pertumbuhan akan menurun dan akhirnya mendekati nol.
[berita-terkait number=”4″ tag=”its”]
Untuk mewujudkan budaya inovasi, kata dia, di Indonesia ada begitu banyak pra-kondisi. Dengan memotret kondisi Indonesia saat ini, JK bisa mengukur seberapa siap Indonesia berinovasi menghadapi era knowledge based economy dan green energy, sekaligus mencarikan solusi bagi permasalahan yang ada.
Dengan adanya konsep pembangunan yang berfokus pada inovasi dan teknologi, JK pun menyebutkan dasar penemuan yang berjalan dan sejalan dengan roda kemajuan bangsa. “Semua ini akan selalu beriringan dengan penemuan teknologi, sehingga menghasilkan kinerja yang efisien dan terus menjadi andalan bangsa,” paparnya. [ipl/but]







