Gresik (beritajatim.com) – Nama Jalan Kali Tutup sangat familiar bagi masyarakat Gresik yang hendak berbelanja di pasar. Jalan yang kini berganti nama menjadi Jalan KH. Hasyim Asy’ari itu dibangun karena lalu lintas di dekat pasar lama sering padat hingga menimbulkan kemacetan. Sebelum dibangun jalan tersebut merupakan sungai yang mengarah ke laut.
Kendati sudah diberi nama Jalan KH. Hasyim Asy’ari, masyarakat Gresik masih menyebutnya dengan Jalan Kali Tutup. Pemberian nama itu sudah lama melekat. Pasalnya, jalan yang masuk wilayah Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik itu memang berada di atas sungai.
Tapi, sekarang sungai kecil yang mengalir itu sudah ditutup total lalu diatasnya diaspal untuk jalan. Sewaktu dibangun jalan untuk mengurai kemacetan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak hanya menutup saja. Sungai yang dulunya kecil, diperlebar dan diperdalam.
BACA JUGA:
Jalan Raya Hulaan Menganti Gresik Bahayakan Pengendara Motor
Ubaidilah, salah satu warga Kelurahan Kemuteran menuturkan, saat ini sungainya tidak bisa dilihat. Ini karena sudah ditutup hingga ke laut. Kalau ingin melihat di pintu terakhir. Sebab, di sana ada pompa air yang dipakai untuk mengendalikan banjir.
“Melihatnya di pintu terakhir, terlihat jelas ada aliran sungai. Masyarakat biasanya memberi nama Kali Tutup,” tuturnya, Senin (27/3/2023).
Sejak ditutup menjadi jalan dua arah. Jalur tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beraktivitas. Jalan itu juga menjadi jalan alternatif menghubungkan jalan KH Kholil dan Jalan Samanhudi. Bahkan, sekarang banyak sekali pedagang yang berjualan.
BACA JUGA:
Gresik Siapkan Anggaran Rp 23 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak
“Sejak simpang empat pasar itu sampai ke laut yang ditutup. Tapi yang dikenal Kali Tutup. Sebaliknya Jalan KH Hasyim Asy’ari kurang dikenal oleh masyarakat,” ungkap Ubaidilah.
Hal senada juga dikatakan oleh Choirul As’ad. Dirinya mengatakan, penutupan kali menjadi jalan itu belum lama dilakukan. Belum ada satu dekade nama Kali Tutup itu muncul. Ciri khas bila melintas di jalan tersebut, kiri dan kanan dipasang dua jaring drainase di sepanjang jalan.
“Dari dulu jalan itu sudah diaspal cuma yang membedakan. Dulu ada sungai kecil di tengah diberi pembatas. Sekarang ditutupi semua dan dipakai dua arah,” pungkasnya. [dny/suf]






