Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) sangat dirasakan oleh nelayan Kabupaten Gresik. Pasalnya, pengisian bahan bakar tersebut tidak membuat nelayan kesulitan lagi saat akan melaut. Terkait dengan itu, Dewan Gresik melalui komisi II memprioritaskan pembangunan SPBUN.
Sekretaris Komisi II Dewan Gresik, Suberi mengatakan, bahan bakar solar bersubsidi sangat dibutuhkan oleh nelayan. Untuk itu, adanya SPBUN di Kelurahan Lumpur dan Kroman yang masuk wilayah Kecamatan Gresik sangat tepat.
“Penyediaan BBM yang memadai serta kemudahan akses bagi nelayan menjadi prioritas agar dapat menggunakan sesuai kebutuhan,” katanya, Senin (12/02/2024).
Lebih lanjut Suberi menuturkan, komisinya juga mengusulkan pemerintah daerah melalui BUMD-nya Gresik Migas menambah anggaran untuk operasional SPBUN.
“Kalau bisa anggarannya ditambah lagi karena berhubungan dengan peningkatan pendapatan nelayan. Kalau mereka mudah mendapatkan akses pembelian BBM subsidi tentu melautnya bisa nyaman,” tuturnya.
Komisi II juga mendukung rencana pembangunan SPBUN di daerah Mengare yang mayoritas mata pencariannya nelayan dengan memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar.
“Sebenarnya di daerah tersebut bisa dibangun SPBUN. Tapi malah bukan menjadi prioritas. Ini yang harus dikaji lagi,” ungkap Suberi.
Hal senada juga dikemukan oleh Jamiyatul Mukharomah anggota Komisi II. Menurutnya SPBUN tetap menjadi skala prioritas karena untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan BBM solar bersubsidi.
“Adanya SPBUN paling tidak mengimplementasikan perda perlindungan dan pemberdayaan nelayan yang disahkan di tahun 2022,” pungkasnya. [dny/ian]






