Surabaya (beritajatim.com) — Pecinta seni dan budaya Jepang kini memiliki kesempatan menikmati karya-karya terbaik Negeri Sakura melalui pameran The Superlative Artistry of Japan yang digelar di Unicorn Gallery, UYCC Surabaya.
Pameran ini menghadirkan beragam karya seni dengan kualitas pengerjaan yang luar biasa, memperlihatkan bagaimana ketelitian, teknik tinggi, dan kreativitas menjadi ciri khas yang melekat pada seni Jepang.
Diselenggarakan oleh The Japan Foundation, pameran ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya kreatif Jepang kepada masyarakat internasional melalui karya-karya yang menggabungkan tradisi dan inovasi dalam satu ruang apresiasi.
Dalam keterangan resminya, pihak penyelenggara menjelaskan bahwa The Superlative Artistry of Japan merupakan pameran keliling yang menyatukan berbagai jenis karya dari beragam material dengan penekanan pada teknik pengerjaan yang sangat presisi, ekspresi artistik yang kuat, serta konsep kreatif yang menghadirkan tingkat kesempurnaan tinggi.
“Pameran diawali dengan koleksi kogei dari Era Meiji (1868–1912), sebuah periode penting dalam sejarah seni Jepang yang turut memicu lahirnya fenomena Japonisme di Eropa pada abad ke-19. Pengaruh estetika Jepang pada masa itu bahkan menginspirasi banyak seniman Barat melalui gaya visual yang unik dan teknik pengerjaan yang detail,” tulis pihak penyelenggara.
Tidak hanya menyuguhkan karya tradisional, pameran ini juga memperlihatkan perkembangan seni Jepang modern melalui berbagai medium. Pengunjung dapat menikmati figur koleksi produksi Kaiyodo yang terkenal dengan detailnya, food sample khas Jepang yang tampak sangat realistis, hingga karya seni kontemporer yang memadukan konsep artistik dengan teknologi dan eksplorasi material.
Berbagai nama besar seniman Jepang turut mengisi pameran ini, di antaranya Satoshi Araki, Riusuke Fukahori, Yoshihiro Suda, Kimiyo Mishima, Naoki Nishiwaki, Takeshi Kitamura, Ichiyo Yamamoto, Hiroaki Umeda, Takahiro Iwasaki, Naoki Honjo, Akira Yamaguchi, dan Yasuhiro Suzuki.
Masing-masing menghadirkan karakter karya yang berbeda, namun tetap menonjolkan filosofi ketelitian dan dedikasi tinggi yang menjadi identitas seni Jepang.
Menurut The Japan Foundation, pameran ini tidak hanya bertujuan memperlihatkan kecanggihan teknik para perajin dan seniman Jepang, tetapi juga mengajak masyarakat memahami nilai budaya yang terkandung di balik setiap karya.
“Melalui pameran ini, kami berharap pengunjung dapat mengapresiasi teknik tingkat tinggi yang diwujudkan dalam berbagai bentuk ekspresi artistik sekaligus mengenal lebih dekat budaya kreatif Jepang,” harapnya.
Ragam karya yang dipamerkan meliputi seni rupa, fotografi, instalasi, objek kerajinan, hingga karya kontemporer yang memperlihatkan kemampuan luar biasa para seniman dalam mengolah material menjadi karya bernilai estetika tinggi. Bahkan pada beberapa koleksi, pengunjung disediakan kaca pembesar untuk menikmati detail-detail kecil yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Jelita Sondang Samoris (28), pengunjung asal Sidoarjo yang mengaku terkesan dengan kualitas karya yang ditampilkan.
“Menurut saya luar biasa. Setiap sudut pameran punya daya tarik sendiri dan detailnya benar-benar bikin kagum. Bahkan ada kaca pembesar supaya pengunjung bisa melihat pengerjaan yang sangat halus. Itu menunjukkan betapa telitinya para seniman Jepang,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Ia berharap pameran seni bertema Jepang seperti ini dapat kembali hadir di Surabaya agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengenal budaya Jepang melalui karya seni berkualitas dunia.
Pameran The Superlative Artistry of Japan berlangsung setiap hari pada 6–26 Juni 2026 di Unicorn Gallery (UYCC) Surabaya mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB. Menariknya, seluruh masyarakat dapat menikmati pameran ini secara gratis, menjadikannya salah satu destinasi budaya yang layak dikunjungi selama bulan Juni bagi pecinta seni, fotografi, dan budaya Jepang. (fyi)






