Gresik (beritajatim.com) – Sorotan tajam kembali mengarah ke Eduardo Perez. Seruan “Edu Out” bergema keras di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (7/11/2025) malam, setelah Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri dalam laga pekan ke-12 Super League 2025/2026.
Hasil ini memperpanjang tren inkonsisten Bajul Ijo sekaligus memantik kemarahan Bonek yang menuntut pelatih asal Spanyol itu mundur dari jabatannya.
Bagi para suporter, hasil imbang 1-1 lawan Persik memperpanjang rasa kecewa atas performa Bajul Ijo musim ini. Teriakan “Edu Out” begitu nyaring terdengar saat laga memasuki penghujung babak kedua.
Ungkapan “Edo Out” bermuara dari performa Persebaya di bawah asuhan Eduardo Perez tak kunjung stabil, meski materi pemain dianggap cukup kompetitif.
Dalam sepuluh pertandingan terakhi di Super League, Bajul Ijo hanya mencatat empat kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kekalahan.
Catatan 12 gol dan 10 kebobolan membuat tim asal Surabaya itu kini tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 15 poin—jauh dari ekspektasi untuk bersaing di papan atas.
Tekanan terhadap Eduardo Perez pun semakin besar. Jika hasil tak segera membaik, desakan mundur dari Bonek tampaknya akan semakin sulit dibendung. (faw/ian)






