Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mendesak Pemerintah Kota Surabaya lebih serius memperhatikan sistem keamanan kampung di tengah banyaknya keluhan warga soal CCTV rusak hingga minimnya pengamanan lingkungan. Dia menilai pembangunan kampung tidak cukup hanya berfokus pada pavingisasi dan infrastruktur fisik semata.
“Jangan sampai pembangunan kampung hanya identik dengan paving saja, sementara aspek keamanan warga justru belum jadi perhatian serius,” kata Kahfi, Selasa (26/5/2026).
Keluhan tersebut disampaikan warga dalam agenda reses di sejumlah wilayah seperti Jojoran di Kelurahan Mojo, Tembok Lor di Bubutan, hingga Tambak Segaran di Simokerto. Warga mengaku banyak CCTV lingkungan yang sudah rusak dan belum mendapat perbaikan, sementara beberapa kampung bahkan belum memiliki sistem pengawasan sama sekali.
“Beberapa titik memang banyak yang mengeluhkan keamanan kampung karena CCTV rusak atau bahkan belum punya sama sekali,” ujar mantan Ketua HMI Surabaya ini.
Menurut dia, kondisi Surabaya saat ini sebenarnya sudah mengalami banyak kemajuan dari sisi penanganan banjir, kebersihan lingkungan, hingga penerangan jalan umum. Namun, dia mengingatkan keamanan lingkungan harus menjadi agenda prioritas berikutnya karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan ketahanan sosial masyarakat.
“Sekarang banjir sudah mulai berkurang, PJU juga terus diperbaiki, lingkungan makin bersih. Nah, berikutnya yang harus jadi fokus adalah keamanan kampung,” katanya.
Dia meminta perangkat penunjang keamanan seperti CCTV, portal kampung, hingga dukungan operasional siskamling dimasukkan dalam belanja APBD tahun berikutnya. Menurut dia, penguatan keamanan lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya langsung dirasakan warga. “Keamanan itu investasi jangka panjang. Jangan menunggu kejadian kriminal dulu baru bergerak,” tegasnya.
Kahfi juga mendorong modernisasi sistem pengawasan lingkungan dengan penggunaan CCTV berbasis cloud yang dapat diakses melalui telepon genggam warga dan terintegrasi dengan pusat kontrol Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya. Dia menilai sistem lama berbasis hard disk sudah tidak efektif karena rawan rusak dan sulit dipantau secara real time.
“Sudah waktunya CCTV kita berbasis cloud, bisa dipantau lewat HP warga dan terhubung dengan pusat kontrol Diskominfo supaya pengawasannya lebih cepat dan efektif,” pungkasnya. [asg/kun]






