Malang (beritajatim.com) – Mendukung program Malang Makmur disektor ekonomi, Desa Tambak Asri Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, segera melaksanakan Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saat ini masih dalam tahap persiapan. Diharapkan dalam waktu dekat akan segera terbentuk,” ungkap Pendamping Desa Tambak Asri, Syaiful Arif, Kamis (29/9/2022).
Diakui Syaiful, pembentukan BUMDes di desa berpenduduk 11000 jiwa ini memang terlambat. Keterlambatan itu, karena masih dalam pengumpulan embrio unit usaha yang akan dikelola nantinya.
“Selain masih dalam tahap pembenahan juga harus menunggu potensi-potensi unit usaha yang lain. Namun kemungkinan besar BUMDes di Tambak Asri ini akan segera terbentuk. Selain itu, juga masih mencari sosok direktur yang pas sebagai pengelolanya. Sehingga diharapkan seorang direktur yang berjiwa sosial,” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”BUMdes”]
Adapun unit usaha yang akan dikelola nanti, selain Himpunan Pemakai Air (Hipam) dan rekening Wifi, juga ada beberapa unit usaha lainnya.
Lebih jauh, Syaiful juga menjelaskan, meski Desa Tambak Asri disekitar tahun 1987 silam boleh dibilang desa makmur sebagai penghasil cengkeh terbesar di Kabupaten Malang, namun kejayaan tersebut tidak bisa bertahan.
Salah satu faktor itu, karena termakan usia, sehingga bentangan pohon cengkeh yang tumbuh di hampir pekarangan penduduk itu saat ini banyak yang mati. Maka tidak heran jika saat ini masih ada sekitar 1000 warga Desa Tambak Asri tercatat sebagai penduduk prasejahtera.
“Dari jumlah itu ada sebanyak 118 orang warga penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dialokasikan dari BLT DD tahun 2022. Untuk itu kami dorong pemerintah Desa Tambak Asri agar pemberdayaan masyarakat maju, salah satunya dengan membuat program BUMDes ini,” pungkas Syaiful. (yog/kun)






