Sampang (beritajatim.com) – Desa Gunung Eleh di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, diduga kaya akan pasokan gas alam. Indikasi ini terlihat dari kasus sumur bor untuk air bersih yang malah mengeluarkan api.
Sumur bor yang menyemburkan api tersebut telah ditutup oleh petugas BPBD. Polsek Kedungdung juga melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi.
Kapolsek Kedungdung, Iptu Darus Salam mengatakan, pemasangan garis polisi tersebut sebagai bentuk kewaspadaan agar masyarakat tidak mendekat ke lokasi pengeboran sumur. Sebab, meskipun api sudah padam, dikhawatirkan masih berbahaya karena area sumur tercium bau gas.
“Kami memasang garis polisi untuk keselamatan warga sekitar, khawatir ada api susulan yang tersulut karena masih tercium bau gas,” terangnya, Selasa (6/12/2022).
Sementara itu, Kasi Ops Damkar Satpol PP Sampang, Maftuh Fathurrahman membenarkan terjadinya insiden tersebut. Bahkan ada satu korban mengalami luka bakar akibat sumur yang mengeluarkan gas tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Sampang”]
“Ada satu warga mengalami luka bakar namun sudah ditangani oleh medis,” imbuhnya.
Maftuh menjelaskan untuk saat ini, api sudah dipadamkan dengan cara disemprot cairan khusus. Dia pun meminta warga tidak mendekat ke lokasi.
“Alhamdulillah semburan sudah off dan warga diharap untuk tidak mendekat apalagi memicu adanya percikan api. Karena sekitar sumur masih tercium bau gas,” tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Desa Gunung Eleh sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (5/12/2022) kemarin, dihebohkan dengan semburan api keluar dari sumur bor milik warga setempat, Sahi.
Saat kejadian berlangsung, api menjulur ke atas setinggi 2 meter lebih. Sehingga, memicu warga berdatangan untuk memadamkan api dengan alat seadanya.
Sementara karena kobaran api tidak jauh dari kandang yang terbuat dari kayu, maka bangunan tersebut tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah. Selain itu, warga juga berupaya melakukan pembasahan sekitar sumur bor agar api tidak merembet ke pemukiman padat penduduk.
Tak lama kemudian api berhasil dipadamkan, setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sumur bor.
Sekedar diketahui, tidak hanya kali ini saja fenomena warga di Desa Gunung Eleh mengebor sumur untuk keperluan air bersih namun keluar api disertai dengan bau gas. Hal serupa juga dialami oleh, H. Moh Anwar warga desa setempat.
Pada saat itu dia mengebor sumur dan ternyata keluar air disertai gas yang mudah terbakar. “Sebelumnya saya juga mengalami hal yang sama, tetapi api itu kemudian padam sendiri dan tidak lagi tercium bau gas,” tandasnya. [sar/beq]






