Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta agar setiap desa di Bumi Majapahit memiliki peta bencana di wilayahnya. Peta bencana tersebut diharapkan dapat memitigasi terjadinya bencana alam di wilayahnya masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ikfina ketika menggelar sosialisasi informasi dan pelaporan kejadian bencana dan kebakaran di aula salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan Mojoanyar. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan layanan informasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Saya berharap, 50 desa ini nanti punya peta karena kalau kita punya peta desa rawan bencana dan bencananya jenis apa. Maka saya minta tolong desa juga punya peta untuk bencana di wilayahnya masing-masing dan dilakukan mitigasi termasuk juga nanti pelaporan informasi,” ungkapnya, Senin (1/7/2024).
Menurutnya, pelaporan membutuhkan bantuan baik melalui aplikasi SIMONA, call center 112 dan WA dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Selain itu, pentingnya setiap desa memiliki peta bencana juga untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Dimana musim kemarau kedepan sangat berpotensi menimbulkan bencana kebakaran dan kekeringan air. Masyarakat harus mengenal berbagai potensi bencana diwilayahnya dan berupaya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana alam,” ujarnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menilai, jika bencana sama sekali tidak bisa dielakkan. Namun dengan mitigasi, maka resiko bencana yang akan terjadi bisa dikurangi dan dampaknya juga bisa diminimalkan.
“Termasuk harus dipetakan di tempatnya anda itu titik-titik yang mudah terbakar, istilahnya bisa diperhitungkan dan dipetakan titik-titik mana yang kira-kira kalau terjadi percikan api yang akan bisa membesar dengan cepat apinya,” imbuhnya.
Bupati berpesan agar banner informasi dan pelaporan terjadinya bencana dapat disebar diberbagai tempat yang mudah dilihat masyarakat. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto meminta untuk simulasi bencana kepada masyarakat.
“Kalau perlu nanti disimulasikan pada kegiatan dan ditanyakan, setidak-tidaknya tokoh-tokoh masyarakat, ketua RT dan tokoh-tokoh dilingkup kecil di desa anda paham alur dari pelaporan sistem informasi dan pelaporan terkait dengan bencana tersebut,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan setiap desa dalam menanggulangi bencana alam.
“Diharapkan agar masyarakat dengan cepat melapor kejadian bencana maupun kebakaran untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas atau kemampuan demi mengurangi risiko bencana,” harapnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh BPBD Kabupaten Mojokerto tersebut diserahkan banner informasi terkait nomor darurat dan alur informasi darurat kebencanaan kepada setiap desa rawan bencana. Turut dihadiri 50 Kepala Desa (Kades) rawan bencana, Camat, dan relawan. [tin/ted]






