Surabaya (beritajatim.com) – Sosok Aji Santoso adalah wujud sesungguhnya dari derbi Jawa Timur (Jatim). Aji pernah menjadi pemain, bahkan kapten tim, di Persebaya Surabaya serta Arema. Tidak hanya itu saja, Aji juga pernah membesut Persebaya dan Arema.
Semasa masih bermain, sosok Aji Santoso begitu penting bagi kedua tim. Aji adalah salah satu pilar utama saat Persebaya menjuarai Liga Indonesia 1997 lalu. Selain itu, Aji juga menjadi pelatih yang mengantarkan Persebaya menang playoff lawan PSMS Medan dan promosi ke Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 silam.
Aji kembali ditunjuk sebagai pelatih Persebaya pada 2010. Sebelum akhirnya dipercaya untuk menukangi tim nasional Indonesia U-23 pada 2011. Kemudian, Aji kembali ditunjuk menjadi nakhoda Persebaya mulai 2019. Ia bertahan di Kota Pahlawan hingga saat ini.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/pemilik-angkringan-magetan-tak-sangka-anies-baswedan-mampir/
Tidak hanya menjadi arsitek di tim Persebaya, Aji Santoso juga pernah ditunjuk sebagai juru taktik di Arema. Kesempatan itu terjadi pada 2017 lalu. Sebagai pemain, pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini pernah mengantarkan tim Singo Edan juara Galatama 1992/2993 dan juara Divisi 1 2004.
Selain Aji Santoso, Persebaya juga punya dua pemain yang memiliki kaitan dengan Arema dan Malang. Mereka adalah Ahmad Nufiandani dan Aditya Arya. Nufiandani memang dikenal sering berganti klub. Pria kelahiran Kediri itu pernah memperkuat Arema mulai 2014 hingga 2017.
Pesepak bola yang pernah menimba ilmu di Akademi Arema itu, telah bermain di 28 pertandingan bersama Bajul Ijo musim ini. Sembilan di antaranya dipasang sebagai starter. Hasilnya, pemain 28 tahun ini mencetak tiga gol dan enam assist.
Sementara Aditya Arya memang belum pernah membela Arema. Namun kiper 19 tahun ini lahir dan besar di Malang. Arya merupakan pemain didikan Aji Santoso di ASIFA. Walaupun belum melakoni debut di Persebaya, ia adalah bagian dari tim nasional Indonesia U-20.
Sementara itu, pertandingan antara Persebaya dengan Arema akan dilangsungkan di Stadion PTIK di Jakarta pada Selasa (11/4) malam. Pertandingan ini seharusnya dilangsungkan pada 5 Maret lalu. Namun harus ditunda karena alasan keamanan. (sya/kun)






