Ponorogo (beritajatim.com) – Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Airlangga menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo mengajak masyarakat memahami pentingnya Pemilihan Umum (Pemilu). Langkah ini diwujudkan dalam program pengabdian masyarakat bertajuk Pemuda Desa Sadar Pemilu.
Program ini berfokus pada sosialisasi Pemilu, khususnya di kalangan pemuda desa untuk menghadapi Pemilu 2024 yang digelar serentak. Program pengabdian masyarakat tersebut berlangsung selama tiga hari pada 16-18 September 2022.
Kepala Departemen Ilmu Politik Universitas Airlangga, Dwi Windyastuti Budi Hendararti mengatakan, program pengabdian masyarakat ini dapat memiliki manfaat secara langsung terhadap masyarakat. Apalagi, saat ini mendekati pelaksanaan pemilu 2024.
“Dibutuhkan peran pemuda desa dalam melakukan pengawalan baik proses ataupun hasil Pemilu,” kata Dwi dalam keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Selasa (4/10/2022).
Dalam program ini, terdapat pemaparan materi kepemiluan secara umum ditujukan bagi kaum muda desa. Materi tersebut disampaikan Pengajar Ilmu Politik Unair, Ucu Martanto dan Komisioner KPU Ponorogo, Ali Mahfudz.
Di hari kedua, para pemuda desa diajak secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Simulasi ini memaksimalkan peran para pemuda desa yang diberi peran sebagai petugas KPPS, pemilih, hingga Linmas.
[berita-terkait number=”3″ tag=”{pemilu-2024″]
Materi terlebih dulu disampaikan mengenai peran dan tugas KPPS dalam Pemilu. Melalui pemaparan materi tersebut, perwakilan KPU Ponorogo Arwan Hamidi menekankan peran vital yang diemban oleh KPPS sebagai petugas lapangan dalam proses penyelenggaraan Pemilu.
“Petugas KPPS memiliki peran yang vital dalam penyelenggaraan Pemilu. Kami selaku anggota KPU yang bertanggung jawab pada Kabupaten Ponorogo hanya memiliki tupoksi penyaluran logistik dan pelaksana regulasi dari KPU pusat,” kata Irwan.
Sementara itu, lanjutnya, petugas KPPS merupakan aktor yang nantinya memiliki peran vital dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
“Petugas KPPS dituntut untuk mampu memahami teknis penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara,” ujar Irwan Hamidi.
Program tersebut ditutup dengan ramah tamah antara panitia pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat dengan masyarakat desa. Salah satu kegiatan ramah tamah tersebut, yakni masyarakat desa mengajak panitia pelaksana kegiatan untuk bermain gamelan yang memang menjadi ikon dari desa tersebut.
Panitia pelaksana kegiatan yang mayoritas didominasi oleh masyarakat kota, dikenalkan oleh masyarakat desa kebudayaan Jawa yang memang harus dilestarikan dan dijaga nilai luhurnya.
Hari ketiga sekaligus hari terakhir program pengabdian masyarakat ditutup dengan pemberian sembako terhadap masyarakat Desa Biting sebagai ungkapan terima kasih atas sifat kooperatif dan antusiasmenya dalam mengikuti program pengabdian masyarakat bertajuk Pemuda Desa Sadar Pemilu.
Dengan terlaksananya kegiatan Pemuda Desa Sadar Pemilu diharap muncul pemuda yang secara aktif melakukan pengawalan terhadap proses dan hasil Pemilu nantinya pada tahun 2024.
“Saya harap dengan terselenggaranya kegiatan ini, kedepannya akan muncul bibit-bibit baru yang mengawal proses terselenggaranya Pemilu sehingga menghindarkan dari aksi-aksi yang tidak diinginkan. Penyelenggaraan program ini juga merupakan manifestasi riil implementasi poin ketiga dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat,” pungkas Ketua Pelaksana program Pemuda Desa Sadar Pemilu, Aulia Thaariq Akbar. [asg/beq]






