Jember (beritajatim.com) – Kontingen tuan rumah Kabupaten Jember akhirnya menyabet dua emas pertama dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, di Gelanggang Olahraga PKPSO, Jumat (24/6/2022) malam.
Tim Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Jember berhasil meraih emas dalam final lomba unjuk gelar dan final lomba baris-berbaris. Mereka berhasil memukau dewan juri saat membawakan aransemen lagu bertema Spirit of Papua dalam lomba unjuk gelar, dan Mars Patriot Olahraga dan Mars PDBI dalam lomba baris-berbaris.
Dewan juri memberikan skor 861,5 untuk lomba unjuk gelar, mengalahkan Kabupaten Gresik (833,5) dan Kabupaten Malang (821). Sementara untuk lomba baris-berbaris, Jember memperoleh nilai 828, mengalahkan Kabupaten Gresik (798,5) dan Kota Blitar (750,5).
Tri Basuki, penanggung jawab PDBI Kabupaten Jember, senang dengan penampilan anak-anak asuhnya. Kerja keras dan latihan selama delapan bulan ditumpahkan dalam performa selama 12 menit untuk lomba unjuk gelar dan tujuh menit untuk lomba baris-berbaris. Tepuk tangan menggema dari penonton yang memadati GOR PKPSO begitu tim PDBI Jember mengakhiri performanya.
“Ini pertama kali kami ikut porprov. Tapi kami unggul di semua sektor, mulai dari sektor teknik baris dan gerakan, sektor permainan tiup, sektor teknik permainan perkusi, sektor general effect visual, sektor general effect music,” kata Tri.
Tri berharap para atlet drum band Jember tidak terlena dengan keberhasilan tersebut. “Modal dua emas ini adalah penyemangat, pembakar, amunisi untuk mata lomba yang lain agar anak-anak lebih bersemangat lagi merebut target emas lagi. Tapi tidak boleh terlena,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Tri mengingatkan, masih ada target dua emas lagi yang harus diwujudkan. Lomba berbaris jarak pendek menyediakan dua emas dan lomba ketepatan berbaris menyediakan tiga emas, yang akan digelar pada 26-29 Juni 2022. “Kami akan mencoba mengambil tiga emas dari lomba ketepatan berbaris,” katanya.
Tri berterima kasih terhadap dukungan dari masyarakat. “Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga ikut membantu dengan mengerahkan para siswa untuk hadir dan memberikan dukungan. Ini menaikkan moral atlet,” katanya.
Tim dari Dinas Kesehatan juga membantu kesehatan para atlet selama menjalani 30 hari pemusatan latihan. “Stamina kadang drop, tapi tim Dinkes responsif,” kata Tri. [wir/but]






