Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto melakukan dua langkah tak biasa dalam melakukan konsolidasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yakni ngopi bareng dan main bulutangkis.
Ngopi bareng dilakukan di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (10/1/2023) malam. Pesertanya pengusaha dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sementara bulutangkis dilaksanakan di lapangan United Futsal – Badminton Jember, Rabu (11/1/2023) pagi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Mulai 2023, setiap Rabu pagi kami berolahraga ringan bulutangkis. Tapi tidak kuat, kita sudah tua. Ya mungkin olahraga ringan main tenis meja, lalu ngobrol ringan tentang kondisi kebijakan inflasi saat ini,” kata Hendy kepada wartawan, usai acara.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Dalam pertemuan itu, Hendy menerima masukan dari Badan Pusat Statistik, Badan Urusan Logistik, Kepolisian Resor Jember, Kejaksaan Negeri Jember, Bank Indonesia, dan Komando Distrik Militer 0824. “Pemkab Jember pelaksananya. Dari Bulog dan BPS memberikan informasi, kami dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus melaksanakan di lapangan. Sekarang tidak ada panen. Kok bisa tidak panen, bagaimana caranya agar bisa panen padi tiap bulan. Ini harus disikapi,” katanya.
“Kalau ada treatment dari pemkab dan bersinergi dengan petani. Pola tanam harus kita atur. Petani juga harus nurut juga. Pemerintah juga harus memberikan jaminan, kalau menanam apakah untung. Di sini harus ada edukasi dari pemkab dan bantuan,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, pengendalian inflasi wajib. “Tidak apa-apa inflasi. Inflasi tidak boleh tinggi-tinggi, tidak boleh terlalu rendah. Pertumbuhan ekonomi kita sekarang masih empat persen. Inflasi bulanan kita bagus yakni 0.57 persen. Terendah Jawa Timur dan terendah nasional,” katanya.
Hendy memperhatikan saran Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kenaikan harga beras. “Bukan hanya Bulog untuk operasi pasar, tapi grosir-grosir harus dikendalikan. Kita menjual bukan hanya ke konsumen, tapi juga ke grosir agar bisa menekan harga turun. Harga beras sudah naik empat kali. Ini menjadi peringatan buat kita, Meski (inflasi) kita masih bagus, tapi tidak boleh lengah,” katanya.
Sejauh ini inflasi di Jember terkendali. “Tapi tadi diingatkan Kepala Bank Indonesia: tetap hati-hati. Bagus, aman, optimis kita. Tapi kalau tidak hati-hati (terhadap inflasi), memperbaikinya berat,” kata Hendy.
Hendy juga masih akan memperbanyak kegiatan di seluruh kecamatan yang melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah. Acara di alun-alun juga tetap digelar rutin. “Dengan begitu, roda perekonomian di Jember melaju dengan cepat,” katanya. [wir/kun]






