Surabaya (beritajatim.com) – Deltras FC harus menelan pil kekalahan dalam pertandingan melawan Maluku United, sehingga mereka tak dapat melaju ke babak semifinal Pegadaian Liga 2 Indonesia.
Widodo Cahyo Putro alias WCP, pelatih Deltras FC, dengan tulus meminta maaf kepada para suporter karena timnya tidak mampu memberikan kado terbaik di hari ulang tahun Sidoarjo melalui kemenangan di laga terakhir babak penyisihan grup Y.
“Saya sampai saat ini tetap bangga dengan tim ini, tim yang tidak pernah diperhitungkan dan tidak dilihat tetapi bisa sampai di titik ini,” ungkap mantan pelatih Persita Tangerang ini.
Meski kekalahan ini menjadi pahit, Widodo tidak berniat berhenti di tengah jalan. Ia melihat ada kompetisi musim depan yang perlu dipersiapkan dan melihat adanya peluang untuk memperbaiki kondisi lebih baik. “Tetap semangat untuk pemain, manajemen, dan deltamania, jadikan pertandingan hari ini sebagai pengalaman yang berharga,” tambahnya.
Sementara itu, di tengah perpisahan antara pemain, jajaran pelatih, jajaran official, dan manajemen, mereka mempererat tali silaturahmi dengan mengadakan acara makan bersama di Rajo Sambel, Sidoarjo.
Amir Burhannudin, CEO Deltras FC, menyebut acara tersebut sebagai momen yang membuat Deltras tetap solid secara kekeluargaan antara pemain, pelatih, dan manajemen. Acara ini juga menjadi penanda perpisahan pemain, menandai akhir perjuangan mereka bersama Deltras di musim ini.
“Inilah sepak bola. Banyak momen menang, seri, dan kalah yang kita lalui. Jadikan pengalaman berharga untuk kita semua. Tapi kita harus tetap melangkah ke depan. Sepak bola tidak berhenti hanya di sini, tetap semangat mengarungi perjuangan selanjutnya,” ungkap Amir.
Sebelumnya, Deltras FC menyerah 2-1 di kandang Maluku United dalam babak 12 besar Pegadaian Liga 2. Kekalahan ini menimbulkan kekecewaan karena tim gagal melaju ke babak semifinal. (way/kun)






