Blitar (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar telah menggelar debat publik ke dua calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Senin (4/11/2024) malam terpaksa dihentikan. Gagalnya pelaksanaan debat kedua ini tentu cukup mengecewakan.
Novi Catur Muspita, pengamat politik dan dosen sosiologi dari Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menilai apa yang terjadi di debat kedua menunjukkan belum ada kematangan dan kedewasaan. Jika ada sikap dewasa antar pasangan calon maka peristiwa memalukan seperti kemarin tidak akan terjadi.
Menurut Novi keputusan walk out Rijanto-Beky tidak hanya menunjukkan kesan kurang siap, tetapi juga mencederai hak masyarakat untuk mendapatkan informasi komprehensif.
“Peristiwa walk out ini jelas merugikan masyarakat. Mereka sebenarnya menunggu paparan visi misi secara utuh dari para calon,” jelas Novi Catur Muspita, Rabu (6/11/2024).
Dosen Unisba Blitar tersebut juga menyoroti peran KPU Kabupaten Blitar yang dinilai kurang tegas dalam mengendalikan jalannya debat agar berjalan lancar. Sehingga kesemrawutan debat kedua bisa terjadi seperti itu.
“Dalam debat KPU tidak menyediakan fasilitas yang memadai untuk menampilkan visi misi setiap calon secara visual kepada masyarakat,” imbuhnya.
Novi pun memberikan saran kepada KPU Kabupaten Blitar. Sarannya yakni pada debat ke tiga nanti, KPU bisa menayangkan visi misi dengan layar monitor besar.
“Dengan demikian publik dapat melihat dan menilai langsung visi misi calon secara detail,” ujarnya.
Novi menandaskan, adanya tudingan bahwa paslon Rini-Ghoni melakukan plagiarisme dalam pemaparan visi misi itu tidak benar. Pihaknya telah memeriksa berkas dan presentasi visual yang disiapkan paslon 02, dan menemukan bahwa data-data yang disajikan merujuk pada pencapaian program Mak Rini selama periode pertama kepemimpinannya.
“Itu bukan contekan, tetapi visi misi yang diperkaya dengan data konkret hasil kerja nyata selama kepemimpinannya,” pungkas pengamat politik dan dosen sosiologi Unisba Blitar. [owi/beq]







29 Komentar
Katanya dosen pengamat????tapi kok kaya timses pendapatnya hehe lebih baik diam saja Pak Dosen bikin malu dunia akademisi.
Lek sing komen Iki SDM rendah dibanding Bu Dosen mulane lek comen sokor mangap
Sampean tambah koyo pendukung ae
Kalau sampean netral sampaikan yg benar itu benar yh salah itu salah.
Jangan kaya junjunganmu di kasih Duwit memihak yg ngasih duwit banyak.
Wkwkwkwkwk
Jika anda Dosen Unisba,…
Anda justru menjatuhkan nama baik Unisba
Karena pendapat anda tidak benar ( memihak salah satu Paslon)
Real dengan jelas bahwa Rini Goni membawa lembaran kertas untuk dibaca sebagai pemaparan.
Demokrasi itu kebebasan berpendapat asal sesuai data dan fakta dan bertanggung jawab
Setuju paparan pak Novi, seyogyanya kita tampilkan kedewasaan dalam berpolitik, pada kedua Paslon tidak lepas dari tekanan pemirsa namun ketenangan kedua Paslon menjadi cerminan tersendiri untuk problem solving masyarakat kabupaten Blitar kedepan. Layaknya pemain sepak bola seberapa besar hantaman sorakan suporter kalau pemain tetap fokus berarti mereka sudah selesai dengan pembawaan mereka sendiri untuk membawa kesebelasan lebih baik di masa yang akan datang bukan sebaliknya,ikut suara suporter..
Kuang Literasi bisa jga mengakibatkan kurang dewasa dalam berperilaku (berolitik) sehingga menampilkan hala-hal yang kurang baik untuk dipertontonkan sebagai calaon pemimpin dihadapan rakyat.
Ini bukan dosen tapi tim sukses salah satu pasien…🤣
Ini bukan dosen tapi tim sukses salah satu paslon..🤣
benar itu bukan dosen ,,,kalau seorang dosen GK mungkin nulis seperti itu,,,
Ya kalau bicara data memang harus ada paparan bukti fisiknya, yaitu hitam diatas putih (bukan contekan).
Data konkret kan harus tertulis, dan itu banyak. Tidak mungkinlah utk dihafal semua. Krn ini bukan lomba hafalan.
kalau debat kedua paslon dalam menghadapi kepala terlalu panas sehingga terjadi walk out dengan kejadian ini maka semua bisa melihat kepentingan masyarakat diutamakan
Ya mugo ae debat ke 3 hasilnya puas semua aman biar terlaksana debat yang saling mengisi kebenaran yang kongkrit biar kalayak ramai yang nenilai bobot debat tersebut untuk memastiksn calonnya masing masing
Wes angel angel angel…
Itu bukan dosen ,,,kayaknya timses salah satu Paslon 😂
Wes angel angel angel…
kalau pendukung ya tulis pendukung kalau timses ya tulis timses, jadi jelas jangan ambigu, saya pendukung paslon 01 yang meragukan paslon 02 dan selama kepemimpinan wakil bupati jelas mengundurkan diri, ini jelas sikap kurang dewasa….
Wes angel angel angel…gak komentar
P
#2024GANTIBUPATI
Kl merujuk tatib debat kemarin,, pasal 5 dilarang bawa catatan apapun selain yg di sediakan KPU..
Tp di bbrapa media yutub Ternyta yg di bawa catatan buku,, bahkan ketua KPU blitar sdah jelas bilang itu bkn dr KPU..
Alih2 dosen nya jd pengamat ternyta narasi nya memojok kan 01..
Ini pemgamat kok dak netral penganat mcm apa ini, blg aja kalo saya timnya mak rini selesai
Pengamat itu hanya bisa menilai kedua calon, namun si dosen itu kesannya pendukung salah satu calon, dan mestinya tidak terkesan mendikte pelaksana/ (KPU) biarkan kpu bekerja sendiri shg paslon lah yang menyesuaikan diri
kenapa kok nggak dosen saja yang jadi KPU,mhn maaf
wis wajar & logis, kalo namanya oendukung mesthi ngepik², ngelem² sing didukung msng²..
dibukti,in aja Tgl. 27 sopo sing nganem.. gtu ajalah..
ngunu wae kok rephoott..
kalau dosen GK seperti itu cara menulis dan cara berfikir ,,,,,
kalau dosen GK seperti itu cara menulis dan cara berfikir ,,,,,
Dosen goblok komentar Nya seperti itu.
Dosen goblok komentar Nya seperti itu.
Ya dosen Goblok
Mak rini gak aspal dalan blas, ra usah di pilih. Dalan desa bolong-bolong tidak diaspal dan pembuangan sampah TPS sementara tidak berjalan.
klo apapun hal udah dikultus (dewa”kan) akan sll benar dan baik, tp sebaliknya klo apapun hal udah dibenci akan sll salah dan gk ada baiknya….