Surabaya (beritajatim.com) – Usai peristiwa ricuh yang terjadi saat pertandingan Kejuaraan Bola Basket Piala Wali Kota Surabaya antara SMAN 5 dan SMAN 9, Senin (20/2/2023) lalu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkunjung ke SMAN 9 untuk memberikan pengarahan, Rabu (22/2/2023).
Dikatakan Eri, kedua tim basket sekolah yang bertikai tersebut telah bertemu dan saling memaafkan. “Tidak boleh ada yang merasa benar sendiri. Di atas segala dinamika, ada yang namanya kekeluargaan. Saling memaafkan jadi kunci,” kata Eri saat berkunjung di SMAN 9 dikutip dari instagram pribadinya @ericahyadi_.
Eri mengatakan bahwa anak muda adalah penerus negeri dan penerus Kota Surabaya. Untuk itu, Eri meminta untuk bersifat gentle, berani, tapi bisa bertanggung jawab.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Eri-Cahyadi”]
“Saya titip Surabaya itu kepada kalian. Kita jogo Suroboyo iku gawe sopo? Yo gawe sampean iku. Kalau kalian sudah besar, kota ini anda yang menempati. Kalau mentalnya seperti ini, mau jadi apa Kota Surabaya ini,” ujar Eri.
BACA JUGA: Kejuaraan Basket SMA Piala Wali Kota Surabaya Ricuh
Eri meminta untuk tidak mengulang kembali kejadian tersebut. Selain merugikan diri sendiri, juga merugikan almamater SMAN 9 Surabaya. “Karir sampean masih panjang, ulah-ulah anak tertentu akhirnya merusak nama baik SMA 9, juga kasian SMA-nya. Tolong dijaga betul namanya almamater,” katanya.
“Perjalanan kalian masih panjang. Sekali salah, sekali terjerumus, masa depan yang panjang itu akan langsung jadi suram. Jangan kecewakan orang tua, sekolah, dan orang-orang yang kalian sayang,” pungkasnya.[asg/kun]






