Surabaya (beritajatim.com) – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Provinsi Jatim berharap bisa ikut menyukseskan Pemilu 2024 di Jatim. Mereka mendatangi KPU Jatim pada Senin (12/9/2022) hari ini untuk melakukan audiensi.
“Kami pada audiensi ini ingin menyampaikan bahwa lembaga kami telah terakreditasi oleh Bawaslu RI. Kami sudah membentuk 38 sekretariat JPPR kabupaten/kota, dan 20 sudah diurus Surat Keputusannya. Kami berharap pula bisa membantu menyukseskan Pemilu Tahun 2024,” kata Koordinator JPPR Provinsi Jawa Timur, Amik Fikriati.
Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menyambut baik kunjungan JPPR. “Apa yang bisa dilakukan KPU dengan JPPR silakan disinergikan. Silakan datang ke KPU Jatim jika membutuhkan data yang berkaitan dengan Pemilu. Silakan manfaatkan KPU untuk kepentingan bersama menuju Pemilu 2024 mendatang. Tentu kami memiliki visi yang sama untuk menyukseskan Pemilu 2024,” tutur Anam.
Sedangkan Gogot Cahyo Baskoro yang merupakan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan terima kasih dan menyambut baik JPPR yang bersedia hadir di KPU Jatim.
“Kami berharap terbangun sinergisitas antara KPU Jatim dengan JPPR Jatim pada tahapan Pemilu 2024. Kami merasa beruntung bekerja sama dengan JPPR. Sinergisitas ini baiknya tidak hanya di tingkat provinsi, namun juga tingkat kabupaten/kota,” terang Gogot.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kpu-jatim”]
Gogot berharap JPPR dapat membantu KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. “Jika ada hal yang harus kami koreksi, maka akan kami lakukan. Lalu, jika ada penyelenggara di bawah kami ada yang melanggar kode etik, maka JPPR boleh segera laporkan kepada kami atau KPU RI,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung di Media Center, kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis 1-3 Surabaya. Hadir dari JPPR hadir di antaranya Koordinator Provinsi Amik Fikriati, Manager Digitalisasi Milatul Ilmi, Manajer Divisi Pemantauan Rudi Wibowo, dan Divisi Hukum dan Advokasi Adit.
Sementara itu, dari KPU Jatim dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Jatim. Yakni, Choirul Anam, Gogot Cahyo Baskoro, Miftahur Rozaq, dan Nurul Amalia. (tok/ted)







