Jakarta (beritajatim.com) – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap terdapat 27.932 profil penerima Bansos yang berstatus pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terindikasi menerima Bansos. PPATK juga menemukan 7.479 penerima Bansos berprofesi sebagai dokter, serta lebih dari 6 ribu orang memiliki jabatan eksekutif dan manajerial.
Terkait hal ini, Ketua DPR RI Puan Maharani membandingkan saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia periode 2014 – 2019 pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Menurut Puan, saat itu dia selalu menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian berdasarkan data terbaru untuk menentukan kelanjutan atau perbaikan suatu program.
“Kemudian biasanya waktu saya menjadi Menko, Menko mengkoordinasikan semua kementerian tersebut berdasarkan data yang terbaru itu untuk apakah kemudian memutuskan program tersebut akan diubah, diganti atau diperbaiki atau dievaluasi dan lain-lain sebagainya,” katanya, Senin (11/8/2025).
Oleh karena itu, Puan kembali menyerukan agar pemerintah memprioritaskan evaluasi dan perbaikan data sebagai dasar utama dalam kebijakan sosial.
Dia juga mengingatkan agar pelaksanaan program-program bantuan sosial tidak salah sasaran. Dia menyebut Pemerintah harus memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan tidak diambil hak-nya karena kesalahan sistem.
“Jangan sampai kemudian rakyat yang berhak mendapatkan semua program itu tidak mendapatkan malah orang yang tidak berhak mendapatkan program-program tersebut,” kritik ,
Dia pun kembali menegaskan pentingnya verifikasi data dalam pelaksanaan program bantuan sosial. Puan mengingatkan agar setiap program Pemerintah berbasis pada data yang akurat dan terkini. Menurutnya, proses verifikasi data harus menjadi prioritas utama sebelum Pemerintah mengambil keputusan mengubah atau melanjutkan sebuah program bantuan.
“Jadi verifikasi data dulu jangan sampai mengubah satu program tanpa verifikasi data yang baik, yang detail, yang benar karena data itu yang paling penting sebagai pegangan,” katanya. [hen/ian]






