Pacitan (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Darsono Pacitan kini resmi memiliki nakhoda baru. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melantik dr. Johan Tri Putranto sebagai Direktur RSUD dr. Darsono di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat (24/10/2025).
Dokter berusia 45 tahun itu membawa semangat baru dengan misi memperkuat kepercayaan publik serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Usai pelantikan, dr. Johan menegaskan bahwa langkah awal yang akan ia tempuh adalah melakukan konsolidasi internal di tubuh RSUD. “Tahap pertama kami akan melakukan konsolidasi internal, menyelesaikan rencana kerja yang sudah disusun sebelumnya,” ujarnya.
Namun, dr. Johan tidak ingin hanya fokus pada pembenahan manajemen. Ia berencana melakukan konsultasi publik dengan melibatkan langsung masyarakat, terutama pasien, untuk menampung aspirasi dan kritik terhadap layanan rumah sakit.
“Kami akan mengundang perwakilan pasien, mendengarkan aspirasi mereka. Informasi dari bawah ke atas (down-up) itu penting, agar kami tahu apa yang masyarakat mau dan harapkan dari pelayanan RSUD,” jelasnya.
Selain memperkuat layanan medis dan keperawatan, Johan juga menyoroti beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Di antaranya penyelesaian pembangunan gedung rawat inap dan farmasi, serta upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayanan kesehatan.
Sebelum dipercaya menjadi direktur, dr. Johan telah meniti karier panjang di dunia medis. Ia memulai perjalanan sebagai dokter di Puskesmas Pakisbaru, Nawangan (2009–2011), lalu menjadi Kepala Puskesmas Gondosari, Punung (2011–2023).
Pada periode 2023–2025, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha sekaligus Plt. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD dr. Darsono. Ia menggantikan dr. Iman Darmawan, yang memimpin rumah sakit tersebut sejak 2013 hingga 2025.
Dengan pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap kondisi lapangan, publik menaruh harapan besar kepada dr. Johan untuk membawa perubahan nyata di RSUD dr. Darsono. Langkahnya yang terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat menjadi sinyal positif menuju pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, transparan, dan profesional di Pacitan. [kun]






