Ponorogo (beritajatim.com) – Komunitas pelaku usaha jok kendaraan yang tergabung dalam Satu Rasa Sobat Jok Nusantara mulai menunjukkan taringnya di level nasional. Meski belum genap setahun berdiri, komunitas ini sudah memiliki produk bahan jok dengan brand sendiri bernama 1 Rasa Original Synthetic Leather.
Komunitas yang beranggotakan sekitar 50 pemilik bengkel jok dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi wadah kolaborasi pelaku UMKM. Anggotanya tersebar mulai dari Riau, Kalimantan, Bandung, Jawa Tengah, Ponorogo, Madiun, Magetan, Trenggalek, Pacitan, Tuban, hingga Bima dan Ende, dengan fokus pada pengembangan usaha serta kreativitas di bidang jok kendaraan dan furnitur.
Ketua Satu Rasa Sobat Jok Nusantara, Nanang Triwinanto, mengatakan bahwa kehadiran brand sendiri menjadi langkah besar bagi komunitas yang baru dideklarasikan pada 22 Juni 2025 tersebut. “Meski belum genap satu tahun berdiri, komunitas Satu Rasa Sobat Jok Nusantara ini sudah mempunyai brand sendiri, yakni 1 Rasa Original Synthetic Leather,” kata Nanang, Kamis (2/4/2026).
Nanang mengklaim, komunitas ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mampu melahirkan brand bahan jok sendiri. Produk tersebut saat ini hanya digunakan oleh anggota komunitas, sehingga menciptakan nilai eksklusivitas sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Menurutnya, kualitas bahan jok yang diproduksi tidak kalah dengan produk pabrikan yang telah lebih dulu dikenal luas. Selain itu, harga yang ditawarkan dinilai lebih kompetitif karena diproduksi secara mandiri oleh komunitas.
“Kualitas bahan kulit brand kita ini bisa bersaing dengan brand-brand pabrikan yang sudah ada. Tentunya ini lebih eksklusif, karena tidak sembarang bengkel jok mempunyainya, hanya anggota komunitas,” ungkap pemilik bengkel Ahim Jok Ponorogo yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan tersebut.
Peluncuran brand 1 Rasa ini tidak lepas dari visi besar komunitas untuk tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Keuntungan dari penjualan bahan jok tersebut tidak dinikmati individu, melainkan masuk ke kas komunitas sebagai modal pengembangan bersama. “Keuntungan dari penjualan bahan jok dengan brand sendiri ini untuk komunitas,” jelas Nanang.
Ke depan, dana kas tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu anggota, terutama dalam hal permodalan usaha. Skema yang disiapkan pun lebih ringan dibandingkan lembaga keuangan formal, sehingga diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan usaha para anggota.
“Kalau anggota butuh alat jahit baru atau belanja bahan lainnya, bisa pinjam kas komunitas dengan ketentuan lebih lunak. Adanya komunitas ini bermanfaat untuk anggotanya,” imbuhnya.
Tak hanya fokus pada bisnis, Satu Rasa Sobat Jok Nusantara juga telah menjalankan kegiatan sosial. Salah satunya pada 17 Agustus 2025 di kawasan Telaga Sarangan, dengan membagikan 50 jok sepeda motor kepada masyarakat. Dengan inovasi produk dan semangat gotong royong, komunitas ini tidak hanya memperkuat posisi UMKM di sektor otomotif, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha jok untuk naik kelas melalui brand bersama. (end/kun)






